Global South Disebut Jadi Arena Baru Perebutan Investasi Manufaktur

bisnis.com
21 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pergeseran arus investasi ke negara-negara berkembang atau Global South dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan baru bagi Indonesia untuk mempercepat industrialisasi dan memperkuat posisi dalam rantai pasok dunia.

Advisory Board Komunitas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung Warih Andang Tjahjono mengatakan, negara-negara berkembang kini menjadi tujuan utama investor global seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara besar seperti Cina, Amerika Serikat, dan kawasan Eropa.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan kawasan seperti Asia, Amerika Latin, Afrika, hingga Timur Tengah sebagai pusat kompetisi baru dalam menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

“Sekarang ada yang kita namakan Global South country. Kompetisinya semakin kuat dan Indonesia harus terus meningkatkan daya tarik investasinya,” ujarnya dalam forum diskusi industri dan investasi, Selasa (26/5/2026).

Dia menjelaskan, negara-negara maju saat ini menghadapi berbagai tantangan domestik maupun geopolitik yang memengaruhi arus investasi global. Amerika Serikat disebut lebih fokus memperkuat industrinya sendiri, sementara Eropa masih dibayangi tekanan geopolitik.

Sementara itu, Cina mulai mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dibandingkan era sebelumnya yang mampu tumbuh hingga 8%—9% per tahun. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Cina sekitar 5%—6%. 

Baca Juga

  • Monopoli Negara dalam Ekspor SDA, Bisa Jadi Mesin Industrialisasi?
  • Kemenperin Pastikan Sektor Manufaktur Tetap Tumbuh, Bantah Deindustrialisasi
  • Prabowo Mau Dorong Industrialisasi, Begini Respon HKI

“Bahkan Cina sekarang sudah transfer ke konsumsi domestik, tidak lagi dari investasi. Untuk itulah Global South ini penting. Global South itu Amerika Selatan, Afrika, Middle East, India dan kita, Asia,” ujarnya dalam acara Bisnis Indonesia Forum, di kantor Bisnis Indonesia, Senin (25/5/2026).

Di tengah perubahan tersebut, Warih menilai negara-negara Global South seperti Indonesia, India, Brasil, hingga Meksiko, kini berlomba menjadi basis manufaktur baru dunia. Menurutnya, persaingan tersebut harus direspons Indonesia dengan memperkuat iklim investasi dan daya saing industri nasional agar tidak tertinggal dari negara berkembang lainnya yang mulai agresif menarik relokasi industri global.

“Brasil dan Meksiko sekarang semakin kuat. Ketika manufakturnya kuat, mereka akan menjadi eksportir yang kuat juga,” sebut Warih.

Dia menilai Indonesia sejatinya memiliki modal besar untuk memenangkan persaingan tersebut, mulai dari pasar domestik yang besar, bonus demografi, hingga sumber daya alam yang melimpah. Namun, Indonesia dinilai perlu bergerak lebih cepat dalam memperkuat sektor manufaktur yang saat ini kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berkisar 18%—19%.

Padahal, kontribusi manufaktur di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Jerman mencapai 27% hingga 40% terhadap perekonomian nasional. “Kalau ingin menjadi negara kuat, manufaktur harus menjadi pilar utama,” katanya.

Warih juga menekankan pentingnya FDI sebagai instrumen integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok global. Menurutnya, investasi asing tidak hanya membawa modal masuk, tetapi juga membuka akses pasar ekspor dan jaringan produksi internasional.

“FDI itu bukan sekadar uang masuk, tetapi bagaimana Indonesia menjadi bagian dari global supply chain," sebutnya.

Selain itu, dia menilai pemerintah perlu lebih agresif membangun persepsi positif terhadap Indonesia di mata investor global di tengah semakin ketatnya kompetisi antarnegara berkembang. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Kasus Korupsi Eks Dirut PGN Hadirkan Pemeriksaan Saksi
• 23 jam laludetik.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Guguran Panas Saat Idul Adha Rabu 27 Mei 2026
• 36 menit laluliputan6.com
thumb
Eksklusif! Purbaya Bicara Strategi Baru Ekonomi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelontorkan Rp 100 Miliar dari APBN untuk Beli 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Bikin Heboh, Fadly Faisal Tunggangi Sapi Kurban di Momen Idul Adha 2026
• 46 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.