KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh warga mengambil peran nyata dalam menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu.
Kampanye yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara ini berupaya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing demi mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
Gerakan ini melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menghadirkan perubahan melalui aksi sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.
Aksi sehari-hari ini mulai dari mengurangi sumber emisi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap kualitas udara.
Baca juga: Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari mengatakan, kualitas udara masih menjadi salah satu tantangan besar bagi Jakarta karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga.
“Melalui kampanye #SatuLangkahDulu, kami ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi, baik melalui kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, maupun challenge untuk warga Jakarta," kata Purwanti.
"Setiap langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membentuk gerakan kolektif yang mampu menghadirkan perubahan nyata,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/5/2026).
Menurut Purwanti, mewujudkan udara bersih di Jakarta tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pengendalian pencemaran udara membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar upaya yang dijalankan dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan.
“Menjelang lima abad Jakarta, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mewariskan kota dengan udara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, puncak rangkaian aktivasi #SatuLangkahDulu akan digelar melalui Jakarta Eco Future Fest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada 3–4 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak sekaligus festival bertema keberlanjutan terbesar di Jakarta.
Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Marjuki mengatakan, tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks.
Menurut Marjuki, hal tersebut terjadi akibat laju urbanisasi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global yang berpadu dengan karakteristik iklim perkotaan seperti urban heat island.
Ia menambahkan, BMKG terus berkomitmen menyediakan informasi kualitas udara dan memperkuat literasi iklim kepada masyarakat.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, hingga panduan aktivitas harian masyarakat untuk meminimalkan risiko paparan polusi udara.
“Karena itu, kita membutuhkan aksi bersama seperti #SatuLangkahDulu sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Marjuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



