Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 13 desa di Kabupaten Lebak, Banten.
"Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan dampak kedaruratan di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Permukiman di Blora Terendam Luapan Sungai Ngareng dan TamansiswaHujan deras dan luapan sungai membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu, Blora, banjir pada Minggu (malam, 24 Mei 2026. (HO - BPBD Blora)
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bencana hidrometeorologi basah tersebut melanda 13 desa yang berada di lima kecamatan secara serentak pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 15.00 WIB. Adapun sebaran wilayah yang dikepung banjir dan longsor meliputi Desa Gunung Wangun, Desa Neglasari, Desa Hegarmanah, Desa Cikadu, Desa Kujangjaya, Desa Cisungsang, dan Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber.
Selanjutnya, dampak bencana juga meluas hingga ke Desa Gunung Sari di Kecamatan Banjarsari, Desa Leuwidamar di Kecamatan Leuwidamar, Desa Cikatomas dan Desa Girimukti di Kecamatan Cilograng, serta Desa Cidikit dan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.
"Sedikitnya 33 unit rumah warga terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 30 - 50 sentimeter, dimana tujuh rumah diantaranya rusak ringan, sedang hingga berat," jelas dia.
Selain pemukiman, longsoran terparah melanda Jalan Stimulya Kujangsari yang menutup seluruh akses jalan, namun hingga Senin (25/5) tim gabungan daerah bahu-membahu menurunkan alat berat untuk membuka kembali jalur tersebut, sementara banjir dilaporkan mulai berangsur surut.




