Menteri Transmigrasi Dukung Investasi Digital Rp 88 Triliun di Batam, Siapkan SDM Unggul Berintegritas

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan dukungannya terhadap masuknya investasi besar di sektor digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang mencapai sekitar Rp88 triliun.

Investasi pembangunan AI Data Centre di kawasan Nongsa tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan Indonesia.

Baca Juga :
Pasar Kripto Bergairah Lagi, Bitcoin Diburu Setelah Sinyal Damai AS-Iran
Perusahaan Korea Selatan Mulai Incar Investasi Startup AI hingga Energi Hijau di Indonesia

Menurut Iftitah, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghadirkan angka investasi, tetapi juga harus menghadirkan pekerjaan, kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat.

“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulisnya, Selasa 26 Mei 2026.

Ilustrasi kawasan transmigrasi
Photo :
  • Istimewa

Ia menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi siap mendukung penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan industri melalui berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas, keterampilan, disiplin kerja, dan integritas.

“Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat transmigrasi bukan hanya para transmigran, tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya. Karena itu, investasi harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Jika masyarakat transmigrasi, yaitu bukan hanya para transmigran tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi, dapat terserap oleh lapangan kerja dari investasi tersebut, maka multiplier effect-nya akan sangat besar. Pengangguran berkurang, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan implementasi nyata Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa pembangunan ekonomi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

“Yang menikmati hasil pembangunan tidak boleh hanya pengusaha dan investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan,” tegasnya.

Iftitah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Batam yang dinilai berhasil membangun kepercayaan investor dan menciptakan optimisme terhadap masa depan Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional.

Baca Juga :
Bos OJK Pede Investasi Jangka Panjang di RI Masih Bagus Meski IHSG Lesu
Nilai Transaksi Perdagangan Berjangka Naik 29 Persen, Bappebti Catat Angka Rp 33.000 Triliun
IHSG Kena Imbas Sentimen Pembentukan DSI, Rosan: Pendekatan Investasi Itu Jangka Panjang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata-kata Direktur Persija, Mohamad Prapanca soal Keputusan Tidak Memperpanjang Kontrak Mauricio Souza: 5 Staf Kepelatihan Ikut Angkat Kaki!
• 3 jam lalubola.com
thumb
15 Gedung di DKI Terancam Disegel karena Tak Punya SLF, Ada RS hingga Kampus
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kemenkum tuntaskan Laporan Keuangan 2025 sesuai tenggat waktu
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Petenis Indonesia Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama French Open 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kunker ke Prancis, Presiden Prabowo Tidak Salat Iduladha di Istiqlal Tahun Ini
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.