Industri kripto dinilai mulai memasuki fase yang lebih matang seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap risiko, strategi investasi, dan fundamental teknologi blockchain di tengah volatilitas pasar global. Pelaku industri melihat perubahan perilaku investor tersebut menjadi sinyal bahwa aset digital tidak lagi sekadar dipandang sebagai instrumen spekulatif berbasis tren.
CEO INDODAX William Sutanto mengatakan investor kripto kini semakin rasional dalam mengambil keputusan investasi dan tidak hanya terdorong fenomena fear of missing out (FOMO).
“Dulu banyak orang masuk ke kripto karena fear of missing out atau sekadar ikut tren. Sekarang pendekatannya mulai berubah. Investor makin sadar pentingnya riset dan strategi yang lebih disiplin dalam menghadapi market,” ujar William dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, perkembangan industri kripto saat ini juga ditopang meningkatnya perhatian terhadap struktur pasar, siklus Bitcoin, hingga pemanfaatan teknologi blockchain di luar perdagangan aset digital.
Selain sebagai instrumen investasi, teknologi blockchain mulai digunakan dalam pengembangan tokenisasi aset, infrastruktur digital, hingga berbagai inovasi berbasis teknologi terdesentralisasi.
William mengatakan komunitas tetap menjadi faktor utama dalam pertumbuhan industri kripto karena berperan dalam edukasi dan distribusi informasi kepada pengguna baru.
“Hari ini komunitas kripto juga berkembang jauh lebih kritis dan terbuka terhadap diskusi. Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal bagaimana teknologi blockchain berkembang dan bagaimana industri ini bisa terus relevan dalam jangka panjang,” katanya.
Baca Juga: Indodax Dorong Generasi Muda Investasi Rutin di Tengah Lonjakan Pinjol
Baca Juga: Menjelang Bitcoin Pizza Day, Indodax Ungkap Perubahan Besar Industri Kripto
Momentum perubahan tersebut turut tercermin dalam peringatan Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap 22 Mei. Perayaan itu merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan 10.000 Bitcoin oleh programmer Laszlo Hanyecz pada 2010, yang menjadi transaksi ekonomi pertama menggunakan Bitcoin.
Bitcoin sendiri pertama kali diperkenalkan pada Januari 2009 sebagai sistem keuangan digital terdesentralisasi di tengah krisis finansial global. Seiring meningkatnya adopsi blockchain, industri aset digital kini berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital global.
Dalam rangka Bitcoin Pizza Day 2026, INDODAX menggelar acara bertema “Voice of The Chain” yang mempertemukan komunitas, trader, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan aset kripto dan teknologi blockchain.





