Madiun (beritajatim.com) – Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Kabupaten Madiun resmi diserahkan kepada Pondok Pesantren Pasulukan Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah Sulaiman, Desa Lebakayu, Kecamatan Sawahan, Selasa (26/5/2026).
Sapi jenis Simental dengan bobot mencapai 1,1 ton itu diantar langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dan diterima pengasuh pondok pesantren, KH Ngadiyin Anwar, bersama jajaran pengurus serta para santri.
Kedatangan sapi kurban bantuan presiden tersebut menarik perhatian warga sekitar pondok. Suasana penyambutan berlangsung khidmat saat KH Ngadiyin Anwar memimpin doa untuk keselamatan bangsa, Presiden Prabowo Subianto, hingga Pemerintah Kabupaten Madiun.
“Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Madiun kembali mendapat bantuan hewan kurban dari Bapak Presiden. Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi pondok pesantren maupun masyarakat sekitar,” ujar Hari Wuryanto usai penyerahan sapi kurban.
Pria yang akrab disapa Mas Hari Wur itu juga meminta doa restu kepada para ulama dan masyarakat agar dirinya dapat menjalankan amanah memimpin Kabupaten Madiun dengan baik.
“Kami mohon doa agar bisa terus mengabdi untuk masyarakat dan ikut mewujudkan cita-cita Indonesia maju menuju tahun 2045,” katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti proses penentuan pondok pesantren penerima bantuan sapi kurban presiden tersebut. Namun menurutnya, terpilihnya Ponpes Naqsyabandiyah di Sawahan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.
“Yang jelas ini menjadi kebahagiaan dan keberkahan bersama. Mudah-mudahan membawa manfaat untuk semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, KH Ngadiyin Anwar mengungkapkan rasa syukur karena pondok pesantren yang diasuhnya dipercaya menerima sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini amanah yang luar biasa. Insyaallah akan kami laksanakan sesuai tujuan kurban, yakni memberi manfaat bagi masyarakat, santri, dan warga sekitar,” ungkapnya.
Rencananya, sapi kurban tersebut akan disembelih usai pelaksanaan Salat Iduladha, Rabu (27/5/2026). Daging kurban nantinya dibagikan kepada jamaah, santri, keluarga besar pondok pesantren, hingga warga di sekitar Kecamatan Sawahan. “Semoga amal ibadah dan kebaikan yang diberikan membawa berkah untuk semuanya,” pungkas KH Ngadiyin. (rbr/kun)




