Kembangkan Solusi Nutrisi Ibu dan Anak, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, tvOnenews.com - Peneliti asal Indonesia Della Rahmawati torehkan prestasi di tingkat internasional dengan masuk dalam daftar Asian Scientist 100 yang diterbitkan oleh Asian Scientist Magazine.

Daftar tersebut merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada para peneliti terbaik di Asia dengan memiliki kontribusi signifikan dalam bidang sains, inovasi, serta kepemimpinan di dunia akademik maupun industri.

Sebelumnya Peneliti dan Kepala Program Studi S1 Food Technology, Faculty of Life Sciences and Technology Swiss German University (SGU) juga menyabet penghargaan L'Oréal-UNESCO For Women in Science Award pada 2024 atas hasil penelitiannya.

Della melakukan penelitian mengenai solusi nutrisi bagi ibu hamil dan anak-anak di Indonesia melalui pemanfaatan pangan lokal.

Penelitiannya mencakup pengembangan produk pangan inovatif seperti taburan mirip nori furikake berbahan kelakai, tanaman paku liar khas Palangkaraya, serta tempe non kedelai berbahan kacang non kedelai. 

Dalam proses penelitiannya, Della melakukan eksplorasi langsung ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mempelajari karakteristik kelakai di habitat aslinya mulai dari tanah mineral hingga kawasan hutan gambut.

“Melihat langsung keragaman sumber daya alam Indonesia membuka perspektif baru mengenai besarnya potensi pangan lokal yang kita miliki,” ujar Della, Selasa (26/7/2026).

Saat ini, Della bersama tim peneliti SGU sedang mengembangkan produk furikake berbahan kelakai dan sayuran lokal lainnya dalam skala terbatas. 

Selain itu, penelitian terkait pemanfaatan tempe gembus dan eksplorasi pangan fermentasi lokal juga terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan alternatif pangan sehat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Saya berharap penelitian ini dapat memberikan solusi praktis bagi kesehatan ibu dan anak di Indonesia, sekaligus membuka perspektif baru dalam pengembangan teknologi pangan berbasis sumber daya lokal,” tuturnya.

Sementara, Rektor SGU, Samuel P. Kusumocahyo turut menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian itu.

“Swiss German University sangat bangga memiliki peneliti seperti Della Rahmawati. Penelitiannya tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan sosial, khususnya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat. SGU berkomitmen untuk terus mendukung riset yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Orang yang Sudah Menemukan Jati Dirinya
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Niat dan Tata Cara Salat Iduladha 1447 Hijriah, Dilaksanakan Besok 27 Mei 2026
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
kumparan Hangout: Menyusuri Jejak Perkeretaapian Hindia Belanda di Manggarai
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Bali Dorong Pembenahan Data Penerima Bansos Jelang Digitalisasi
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
WIFI Bidik 5 Juta Pelanggan Internet Rakyat Tahun Ini, 100 Mbps Rp 100 Ribu
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.