Pemadaman Listrik Massal Ternyata Pernah Terjadi di Sejumlah Negara Maju

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Gangguan sistem kelistrikan berskala besar ternyata juga pernah terjadi di sejumlah negara maju. Contohnya, mulai dari Australia, Inggris, hingga Portugal.

Pemadaman Listrik Massal Ternyata Pernah Terjadi di Sejumlah Negara Maju. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Gangguan sistem kelistrikan berskala besar ternyata juga pernah terjadi di sejumlah negara maju. Contohnya, mulai dari Australia, Inggris, hingga Portugal.

“Sistem kelistrikan negara maju juga pernah mengalami blackout. Jadi gangguan berskala besar seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia,” ujar Pengamat Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria dalam pernyataan resmi, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga:
Begini Detik-Detik Terjadi Blackout di Sumatera 

Dia menerangkan, blackout besar di Australia Selatan pada 2016 yang dipicu cuaca ekstrem hingga menyebabkan gangguan beruntun pada jaringan transmisi. Inggris juga pernah mengalami gangguan sistem kelistrikan pada 2019 yang memicu pemadaman luas dan mengganggu transportasi publik.

Bahkan belum lama ini, Spanyol dan Portugal juga mengalami gangguan kelistrikan berskala besar yang memerlukan proses penormalan sistem secara bertahap.

Baca Juga:
Blackout Sumatera, Publik Butuh Informasi Jelas Penyebab Gangguan dan Percepatan Pemulihan

Menurut dia, dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatera, gangguan pada jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem memang dapat berdampak luas terhadap kestabilan pasokan listrik sehingga proses pengamanan dan penormalan sistem perlu dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.

Baca Juga:
Pemerintah Siap Gelontorkan Rp100,166 Triliun untuk Proses Pemulihan Permanen Bencana Sumatera 

“Yang terpenting adalah bagaimana proses penanganan dan penormalan sistem dilakukan secara terkoordinasi agar sistem kembali stabil,” katanya.

Dalam sistem interkoneksi besar, kata dia, proses pengembalian sistem tidak dapat dilakukan secara instan karena operator harus memastikan frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik berada pada kondisi aman sebelum seluruh jaringan dinormalkan sepenuhnya.

Maka dari itu, fokus utama pemerintah dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Ke depan, Sofyano menilai pengembangan backbone kelistrikan Sumatera menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem listrik nasional, terutama melalui penguatan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, hingga pengembangan jaringan 150 kV yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“Penguatan backbone Sumatera akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, pengembangan pembangkit fast response, modernisasi sistem proteksi, serta pemeliharaan berbasis digital dan prediktif juga menjadi langkah penting untuk memperkuat stabilitas sistem,” ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Janice Tjen Terhenti di Babak Pertama French Open 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Citimall Tuban Salurkan Bantuan Hewan Kurban ke Pemkab Dalam Rangka Idul Adha
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Pasaran Mobil Bekas Toyota Avanza 2020
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
​Daftar 6 Merek Baru yang Siap Debut di GIIAS 2026, Ada Changan hingga iCar
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gereja di Bantul Digrebek Ormas, Pengurus Gereja Sesalkan Adanya Tindak Intimidasi dan Ancaman Bubarkan Ibadah
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.