Kabar gembira bagi pencari kerja dan lulusan baru kembali datang dari pemerintah. Program magang nasional dipastikan berlanjut pada 2026 dengan kuota mencapai 150 ribu peserta.
Program magang nasional itu dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026 dengan dukungan anggaran jumbo mencapai Rp4,14 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk memastikan program berjalan optimal.
"Program magang nasional ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 peserta dengan anggaran sebesar Rp4,14 triliun," kata Airlangga.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan jumlah kuota tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Arahan Bapak Presiden untuk tahun 2026 kita sudah bisa siapkan pelaksanaan magang untuk sebanyak 150 ribu orang. Jadi alhamdulillah, yang tahun lalu 100 ribu dan sekarang 150 ribu," ungkap Yassierli.
Menariknya, pemerintah memastikan skema pembiayaan tahun ini belum melibatkan perusahaan dalam pembayaran uang saku peserta. Seluruh biaya masih sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Baca Juga: Magang Nasional Jadi Jalan Awal Karier, Efektifkah Tekan Pengangguran?
"Iya belum ada sharing. Untuk uang sakunya sama, sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi apakah ada upah minimum kota/kabupaten atau upah minimum provinsi. Khusus untuk Jakarta upah minimum provinsi, kalau yang lain upah minimum kota/kabupaten," tuturnya.
Artinya, peserta magang di setiap daerah akan menerima uang saku sesuai standar upah minimum wilayah tempat mereka menjalani program magang.
Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan juga mulai menyusun tahapan pelaksanaan program sembari melakukan koordinasi dengan berbagai perusahaan yang akan menjadi lokasi magang peserta.
"Prosesnya itu tentu mulai dari kita koordinasi dengan perusahaan-perusahaan. Kita buka kesempatan pertama perusahaan untuk mem-posting lowongan. Kemudian lowongan-lowongan yang ada itu kita verifikasi, baru kemudian adik-adik peserta magang memilih," terang Yassierli.
Baca Juga: Kemnaker Perluas Peluang Magang Teknis Indonesia ke Miyazaki Jepang
Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi pemerintah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda sekaligus membuka peluang pengalaman kerja yang lebih luas bagi para peserta di berbagai sektor industri.





