jpnn.com, SEMARANG - Bea Cukai Tanjung Emas menyerahkan hibah satu kontainer berisi sarana pendidikan kepada Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang.
Penyerahan hibah sarana pendidikan, berupa berupa 69 unit meja dan 374 unit kursitersebut berlangsung pada Kamis (21/5).
BACA JUGA: Ini Langkah Bea Cukai Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kontribusi terhadap Ekspor Nasional
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Khoirul Hadziq menyampaikan penyerahan satu kontainer aset negara ini merupakan hasil optimalisasi penyelesaian barang eks-kepabeanan yang telah ditetapkan sebagai barang yang menjadi milik negara (BMMN) sesuai dengan Keputusan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas nomor KEP-275/KBC.1001/2026.
"Hibah satu kontainer sarana belajar ini bukan sekadar pemindahtanganan aset, melainkan bentuk dukungan konkret Bea Cukai terhadap program Asta Cita Presiden dalam memperkuat kualitas pendidikan agar generasi muda kita mampu bersaing secara global," kata Khoirul.
BACA JUGA: Tegas, Bea Cukai Musnahkan 270 Ribu Batang Rokok Ilegal di Banyumas
Proses hibah ini berawal dari adanya gift agreement tertanggal 10 Oktober 2025 dari Colruyt Food Retail NV Belgia yang bermaksud memberikan bantuan pendidikan kepada Yayasan Pendidikan Setiabudhi.
Atas permohonan tersebut, Bea Cukai Tanjung Emas menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92 Tahun 2025 tentang Penyelesaian terhadap Barang yang Menjadi Milik Negara.
BACA JUGA: Lewat Kegiatan Ini, Bea Cukai Ajak Pelajar dan Mahasiswa Pahami Literasi Kepabeanan
Berdasarkan surat persetujuan Menteri Keuangan melalui Kepala KPKNL Semarang Nomor S-176/MK/KNL.0901/2026, barang-barang tersebut dinyatakan dalam kondisi baik dan secara prinsip disetujui untuk dihibahkan dengan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
Sarana belajar yang dihibahkan, yakni 69 unit meja dan 374 unit kursi, akan dialokasikan sepenuhnya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pada sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang, yaitu SMK Setiabudhi Green School yang berlokasi di Gunungpati, Semarang.
Yayasan Pendidikan Setiabudhi sendiri merupakan lembaga sosial pendidikan formal yang telah berdiri sejak tahun 1994 dan menyelenggarakan pendidikan dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
Khoirul menegaskan sinergi antara pelayanan melalui hibah dan pengawasan yang ketat ini diharapkan dapat terus menjaga iklim perdagangan yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan setiap aset negara, termasuk melalui hibah satu kontainer ini, demi kemaslahatan masyarakat luas dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing," pungkas Khoirul. (mrk/jpnn)
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi




