REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mamuju pada Selasa, sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menyatakan bahwa GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Idul Adha. "Menjelang HBKN, biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Karena itu pemerintah hadir melalui GPM agar masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau," kata Suyuti.
Suyuti menjelaskan bahwa permintaan bahan pangan cenderung meningkat menjelang HBKN, sehingga langkah antisipasi diperlukan untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau. Dalam kegiatan ini, Pemprov Sulbar melibatkan distributor pangan serta Perum Bulog Cabang Mamuju untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan komoditas lainnya.
"Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibanding harga pasar," tambahnya. Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen untuk terus mendorong program pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan melalui langkah strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
GPM ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Nur Aini, seorang warga Mamuju, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Adha.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.