Pondasi Halal Bagi Inovasi Industri Makanan dan Minuman di Asia

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Halal masih menjadi pondasi utama di tengah laju inovasi dan pertumbuhan industri makanan dan minuman di Asia khususnya Asia Tenggara. Hal tersebut tercermin dari peserta yang ambil bagian dalam pameran makanan dan minuman salah satu yang terbesar di Asia Thaifex Anuga 2026.

”Halal sangat  penting bagi industri makanan dan minuman. Halal menduduki peringkat dua teratas dengan jumlah 1.459 peserta atau sebesar 40 persen dari total peserta pameran dalam Thaifex Anuga 2026” ungkap General Manager Food & Food Technology Exhibitions Koelnmesse, Wendy Lim saat ditemui di sela-sela pameran yang berlangsung di  Impact Arena, Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand, Selasa (26/5/2026). 

“Mayoritas yang berpameran dan supplier berasal dari Asia Tenggara, dan sebagian besar dari mereka menawarkan produk halal, namun demikian halal dan perkembangan tren menjadi satu kesatuan yang terintegrasi” tambah Lim.

Paviliun halal yang berada di hall sembilan pada hari pertama pelaksanaan terlihat ramai oleh pengunjung. Beragam produk makanan halal dipajang dengan menarik oleh para peserta pameran dari sejumlah negara. Seperti di paviliun Macau yang memajang logo halal pada produk yang mereka tawarkan.

Atraksi para juru masak menyajikan aneka menu masakan pun mengundang para pengunjung untuk mampir ke banyak stan. Terlebih lagi pada sesi mencicipi. Pengunjung tanpa ragu menyantap produk makanan yang dibagikan karena jaminan halalnya.

Tren tahun 2026

Seiring dengan ketatnya persaingan industri makanan dan minuman, Thaifex Anuga 2026 menjadi tolak ukur bagi para pelaku industri makanan dan minuman untuk mengambil langkah yang tepat dalam pengembangan produk melalui tren yang tengah diminati konsumen.

Di Thaifex Anuga 2026, Fellicia Kristianti dari Innova Market Insights, berbicara mengenai top tren industri makanan dan minuman di Asia tahun 2026. Innova Market Insights merupakan perusahaan riset terhadap tren konsumen di industri makanan dan minuman yang berbasis di Belanda.

Ia menuturkan, saat ini konsumen mulai menyadari kesehatan itu penting. “Bagaimana kita sehat, misalnya dengan mulai mengurangi gula dan garam. Akhirnya konsumen mulai melihat label kadungan produk yang akan mereka konsumsi,” kata Felicia.

Fellicia berbicara mengenai 10 tren industri makanan dan minuman di Asia pada tahun 2026 di panggung Future Food Experience. Ia menekankan tentang pentingnya wawasan mengenai tren sebagai panduan bagi industri makanan dan minuman untuk menentukan arah inovasi produk mereka.

Tahun ini produk inovasi mengarah pada produk-poduk yang mengandung protein. Ia mencontohkan sebuah produk susu sapi steril yang telah lama mengisi pasar Indonesia. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengeluarkan varian baru dengan menambahkan kolagen dan vitamin C karena tuntutan pasar yang mulai sadar dengan kesehatan.

Pameran yang diselenggarakan oleh Departemen Promosi Perdagangan Internasional dari Kementerian Perdagangan Thailand (DITP), Kamar Dagang Thailand (TCC), dan perusahaan penyelenggara pameran berskala internasional dari Jerman Koelnmesse secara resmi dibuka pada Rabu (27/5/2026).

Pada tahun ini, pameran diikuti oleh 3.590 peserta dari 56 negara dan wilayah. Pameran berlangsung di 12 aula dengan luas total 140.000 meter persegi. Pameran yang berlangsung hingga 30 Mei ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 90.000 pengunjung.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seluruh Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Diterima di PTN, Kadisdik: Membanggakan
• 22 jam laludetik.com
thumb
MenPPPA Tegaskan Peran Strategis Media Putus Rantai Kekerasan Anak
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Evakuasi Kecelakaan Bus Sinar Jaya di Tol Cipali, Lalin Kembali Normal
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pengguna Tol Tangerang-Merak Bisa Salat Iduladha di Gerbang Tol Ini
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fakta atau Mitos: Daging Kambing Bisa SebabkanTekanan Darah Tinggi?
• 34 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.