Daging hewan kurban yang dibagikan saat Iduladha, memerlukan penanganan yang tepat untuk tetap menjaga kualitas daging yang diterima.
Pengelolaan yang kurang tepat akan membuat kualitas daging rusak, dapat menurunkan nilai gizi, hingga mempercepat pembusukan daging bahkan sebelum sempat dikonsumsi.
Wahyu Kurnia ahli gizi Universitas Indonesia (UI) mengimbau masyarakat untuk segera mengeluarkan daging kurban yang diterima dari kantong plastik.
“Jika daging kurban dibagikan dalam wadah kantong plastik kresek hitam, maka segera keluarkan,” katanya.
Untuk membersihkan daging dari sisa darah atau cairan, ia menyarankan untuk menggunakan tisu dapur (paper towel) dan hindari mencuci daging untuk meminimalisir kontaminasi bakteri.
Tisu dapur dapat ditekan secara pelan dan lembut ke seluruh permukaan daging agar permukaannya kering sempurna dan siap di masak.
“Basuh dengan air secukupnya jika diperlukan,” ucap Wahyu.
Penyimpanan daging kurban juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Wahyu menganjurkan agar daging dipotong menjadi beberapa bagian, utamanya sesuai porsi sekali makan.
Cara tersebut dapat memudahkan proses pengolahan daging dengan tetap menjaga kualitasnya karena tidak perlu dikeluarkan dari lemari es berkali-kali.
“Jika daging yang diterima dalam porsi besar, maka potong-potong dan simpan dalam porsi sekali makan (dapat dipisah dalam beberapa wadah) disimpan dalam freezer,” tuturnya.
Wadah penyimpanan daging kurban juga perlu diperhatikan jenis dan standarnya, agar nutrisi daging kurban tidak rusak selama dibekukan.
Melansir laman NU Online, berikut kiat pemilihan wadah untuk menyimpan daging kurban:
1. Gunakan wadah food grade. Wadah yang resmi tersertifikasi aman untuk makanan dan minuman memiliki logo garpu dan gelas atau kode daur ulang angka 5 (PP).
2. Pilih wadah kedap udara. Agar daging tidak mengalami freezer burn (mengeras dan kering), pastikan menggunakan wadah dengan penutup yang rapat dan tidak bocor.
3. Jangan menggunakan kantong kresek hitam. Jenis plastik ini merupakan hasil daur ulang limbah dengan kandungan bahan kimia karsinogenik, sehingga berbahaya jika terjadi sentuhan langsung dengan daging mentah.
4. Beri label tanggal. Cantumkan tanggal awal penyimpanan pada bagian luar wadah, dan terapkan prinsip FIFO (First In, First Out) supaya daging yang lebih dulu masuk, dapat diolah lebih dahulu.
(vve/saf/ipg)




