Terkini, Jakarta — Universitas Muslim Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkembang, adaptif, dan berdampak secara nasional.
Hal tersebut tercermin dalam pertemuan strategis antara Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH dengan Supratman Andi Agtas di Kantor Kementerian Hukum RI, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh makna karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga memperlihatkan eratnya hubungan almamater antara UMI dan salah satu alumninya yang kini dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI secara resmi menyerahkan undangan kepada Menteri Hukum RI untuk menghadiri puncak peringatan Milad ke-72 UMI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 mendatang.
Selain itu, Prof. Hambali juga mengundang Supratman Andi Agtas untuk menyampaikan orasi ilmiah pada momentum bersejarah tersebut.
Rektor UMI didampingi Wakil Rektor I UMI sekaligus Ketua Panitia Milad ke-72 UMI, Dr. Ir. H. Dirgahayu Andi Lantara, MT., IPU., ASEAN Eng., serta Kepala Humas UMI, Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.
Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa kehadiran Menteri Hukum RI sebagai alumni terbaik UMI akan menjadi motivasi besar bagi sivitas akademika.
“Beliau adalah bukti nyata bahwa UMI tidak sekadar melahirkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemegang amanah bangsa. Kehadiran beliau di Milad ke-72 akan menjadi inspirasi besar bagi mahasiswa bahwa dari kampus ini lahir pemimpin yang memberi warna bagi perjalanan Indonesia,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMI juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Hukum RI terhadap penguatan pendidikan tinggi di UMI, khususnya dukungan terhadap pengembangan Program Studi Magister Kenotariatan UMI.
Program tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pendidikan hukum di Kawasan Timur Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan hukum berkualitas.
Menanggapi undangan tersebut, Menteri Hukum RI menyampaikan apresiasi atas perkembangan almamaternya dan menyatakan kesediaannya untuk hadir pada Milad ke-72 UMI.
“Universitas Muslim Indonesia adalah rumah intelektual yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan akademik saya. InsyaAllah saya akan hadir untuk kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar UMI sekaligus berbagi semangat kepada generasi muda agar terus menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan bangsa,” ungkapnya.
Terkait pengembangan Program Magister Kenotariatan, Supratman Andi Agtas menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan UMI menjadi pusat pendidikan hukum unggulan di Indonesia Timur.
“UMI memiliki fondasi akademik, pengalaman kelembagaan, dan jejaring intelektual yang kuat untuk menjadi episentrum pendidikan kenotariatan unggul di Indonesia Timur,”imbuhnya.
“Langkah ini bukan sekadar pembukaan program studi, tetapi ikhtiar besar menghadirkan akses pendidikan hukum berkualitas yang akan memperkuat ekosistem profesi kenotariatan dan pelayanan hukum di kawasan timur Indonesia,” sambungnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus kepercayaan pemerintah terhadap arah pengembangan pendidikan hukum di UMI.
Selain membahas agenda Milad ke-72, pertemuan itu juga menjadi ruang diskusi strategis terkait peluang kolaborasi antara UMI dan Kementerian Hukum RI.
Sejumlah sektor yang dibahas meliputi penguatan pendidikan hukum, literasi hukum masyarakat, perlindungan kekayaan intelektual, riset kebijakan, digitalisasi layanan hukum, hingga pengabdian masyarakat berbasis keilmuan.
Momentum tersebut semakin mempertegas komitmen UMI memasuki usia ke-72 tahun untuk terus memperluas jejaring strategis nasional dengan semangat menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, modern, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Bagi masyarakat dan calon mahasiswa baru, pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa UMI terus menyiapkan masa depan pendidikan tinggi yang tidak hanya kokoh secara akademik, tetapi juga memiliki konektivitas nasional yang luas dan membuka peluang kolaborasi bagi generasi muda Indonesia.
Di usia ke-72 tahun, UMI terus meneguhkan jati dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, kampus yang melahirkan pemimpin, membangun peradaban, dan menghadirkan kebermanfaatan lintas generasi.




