Tergiur Harga Murah, Calon Pengantin di Jaktim Ditipu Pemilik Wedding Organizer, Korban Rugi hingga Rp80 Juta

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap duduk perkara pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) menjadi korban penipuan wedding organizer (WO) hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta di kawasan Jakarta Timur.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo mengatakan, awalnya terduga pelaku mengunggah iklan catering di media sosial. Kemudian korban tertarik untuk menggunakannya dalam acara pernikahan.

“Ya jadi pelaku ini memposting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama catering, dengan akun catering. Dan di situ para korban tertarik. Korban tentunya yang ingin melaksanakan pernikahan melihat ada penawaran catering,” kata Andaru, kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Selanjutnya korban sepakat untuk menggunakan catering terduga pelaku dan mengirimkan sejumlah uang.

“Korban merasa tertarik sehingga tidak ada rasa curiga mereka membuat kesepakatan bahkan juga sudah mengirimkan sejumlah uang ya,” ucap Andaru.

Setelah korban mengirimkan uang, ternyata tidak sesuai kenyataan yang diterimanya. Setelahnya korban membuat laporan atas dugaan penipuan.

“Dan pada akhirnya teman-teman ketahui ada salah satu yang salah satu sepasang korban, pasangan, sepasang korban yang pada akhirnya acara tersebut tidak terlaksana,” tuturnya.

Sementara itu, Andaru menerangkan, sejumlah korban mengalami kerugian. Diantaranya rugi mencapai Rp50 juta hingga Rp80 juta.

“Jadi kurang lebih yang ditawarkan dari tiga orang korban yang pernah, yang sudah menyampaikan kepada tim penyidik berkisar di antara Rp70-80 juta. Ada satu juga korban berkisar antara Rp50 juta lah yang ditawarkan. Dan itu sudah dikirimkan kepada pelaku,” jelasnya.

Untuk diketahui, Polisi masih menyelidiki kasus pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta di kawasan Jakarta Timur.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo mengatakan, saat ini diketahui bahwa pemilik WO tidak ada di lokasi. 

“Berdasarkan temuan memang kantor WO yang dimaksud saat ini sudah tutup dan para pelaku sudah tidak ada di kediamannya,” kata Andaru, kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu Andaru mengungkapkan, pihak kepolisiang hingga saat ini masih memburu pelaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara Muslim Ini Resmi Larang Jilbab hingga Perayaan Iduladha
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Peluang dan Tantangan Konversi LPG ke CNG di Tengah Tekanan Subsidi Energi
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Update Harga iPhone di Indonesia, Model Lama Masih Bertahan
• 42 menit lalumedcom.id
thumb
Danantara Kaji Penutupan BUMN PT INTI, Pastikan Tak Ada PHK
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Wamen P2MI gelorakan semangat persaudaraan masyarakat Babel
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.