Bisnis.com, JAKARTA — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkirakan peluncuran instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas akan menambah jumlah investor pasar modal saat ini.
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menuturkan ETF Emas merupakan salah satu produk unggulan yang ditunggu oleh masyarakat. Menurut Samsul, masyarakat bisa berinvestasi di salah satu produk turunan dari investasi emas dengan kehadiran ETF ini.
“Jadi alih-alih membeli emas secara fisik, mereka bisa beli ETF-nya,” ujarnya dihubungi Bisnis, baru-baru ini.
Samsul juga menyebut, dengan pembelian ETF, maka investasi masyarakat di emas bisa terlihat secara langsung baik kenaikan maupun penurunannya, dan masyarakat dapat melihat jika investasinya mengalami keuntungan atau tidak.
“Jadi rasanya sih ini cukup menarik ya, karena orang kan sudah kenal emas,” tuturnya.
Samsul pun memperkirakan investor-investor pemula akan tertarik dengan produk ini. Menurutnya, investor-investor reksa dana kemungkinan bisa beralih ke ETF Emas.
Baca Juga
- Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 27 Mei 2026
- Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Rabu, 27 Mei 2026
- Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Rabu, 27 Mei 2026
Lebih lanjut, Samsul menuturkan pada tahun 2026 ini, pertumbuhan jumlah investor cukup signifikan di pasar modal. Menurutnya, sebagian besar investor ini adalah investor reksa dana.
“Artinya adalah investor pemula yang mau memahami tentang pasar modal,” ucapnya.
Samsul juga menjelaskan kondisi ekonomi juga mempengaruhi pertumbuhan investor ke depannya. Menurutnya, jika tingkat suku bunga stabil serta iklim ekonomi kondusif, investor akan mencari alternatif investasi yang bagi mereka aman, nyaman, dan menguntungkan.
Adapun sampai 13 Mei 2026, jumlah investor pasar modal dilaporkan telah mencapai 27 juta investor. Dari total tersebut, jumlah investor aktif bulanan berada di atas 1 juta investor.





