Saat Uang Lembur Tak Lagi Dibayar, Buruh Indomaret Kepung Menara PIK

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Buruh PT Indomarco Prismatama atau Indomaret menggelar aksi unjuk rasa di depan Menara Indomaret, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026).

Aksi tersebut dipicu perubahan skema lembur pada hari libur nasional.

Dalam aturan baru itu, pekerja yang masuk saat hari libur tidak lagi menerima upah lembur, melainkan diganti dengan hari libur pengganti.

Baca juga: Tuntutan Buruh Indomaret Dipenuhi, Lembur Kerja Tanggal Merah Tetap Dibayar

“Yang memberatkan sebenarnya kan kita ada uang tambahan. Di toko tuh kita kan cuma ngandelin kayak apa, gaji UMP doang,” kata Christopher, pekerja Indomaret cabang Bogor 2 yang mengikuti aksi unjuk rasa, Selasa.

Buruh nilai skema baru merugikan

Massa aksi berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Purwakarta.

Sebagian peserta datang secara konvoi menggunakan sepeda motor, sementara lainnya menggunakan bus.

Baca juga: Suasana Terkini Menara Indomaret PIK Jelang Demo Massa Buruh Hari Ini

Mereka juga membawa berbagai atribut demonstrasi, salah satunya banner bertuliskan “Janji karyawan Indomaret menjunjung tinggi intervensi, intimidasi, represi”.

Pekerja Indomaret cabang Tangerang 1, Winda Ayu Kisnanti, mengatakan perubahan sistem mulai dirasakan pekerja pada Mei 2026.

“Bulan Mei itu tidak dibayar. Sedangkan dari lemburnya itu diganti libur,” ujar Winda saat ditemui Kompas.com di lokasi aksi.

Ia menilai upah lembur sangat penting bagi pekerja toko untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"(Upah lembur) itu penting banget karena enggak semua orang itu punya kebutuhan yang cukup ya di rumah, dan punya kepentingan masing-masing. Bukan hanya angka Rp 400.000-nya, tapi kebutuhan di rumah itu lebih penting dari yang diduga," ujar dia.

Buruh klaim ada intimidasi

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Massa buruh PT Indomarco Prismatama atau Indomaret memindahkan titik unjuk rasa ke depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (26/5/2026) sore.
Sejumlah karyawan juga mengaku mendapat intimidasi berupa ancaman mutasi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila menolak skema baru tersebut.

Ahmad Saifudin, pekerja Indomaret cabang Tangerang 2, mengeklaim intimidasi terjadi sejak awal Mei 2026 dan dialami di berbagai cabang.

“Sebulan penuh ini, dari awal bulan Mei, kami seluruh cabang nasional semua itu diintimidasi oleh atasan dari Area Supervisor, dari Area Manager, bahkan tingkatan DBM dan BM seluruhannya,” kata Ahmad.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga mengungkapkan bahwa para pekerja dipaksa menandatangani surat persetujuan terkait skema baru upah lembur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, Bank-Bank Jual Dolar di Atas Rp18.000
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Singapura Open 2026: Sabar/Reza Kunci satu Tempat di Babak 16 Besar Usai Bungkam Wakil Tuan Rumah Straight Game
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Idul Adha, AHY Ajak Masyarakat Bangun Solidaritas dan Ketaatan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Kemarin, Presiden salurkan sapi kurban hingga melawat ke Paris
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Buruh Indomaret Demo di Gedung Kemnaker, Minta Tuntutan Segera Dipenuhi
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.