REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi, mengingatkan masyarakat bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk meresapi makna ketaatan dan pengorbanan.
Pesan tersebut disampaikan saat khutbah Sholat Idul Adha di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga
Jamaah Haji Wajib Tahu, Ini Larangan Ihram yang Kerap Terlupakan
Idul Adha 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Keikhlasan dan Kepedulian
Istana Ungkap Anggaran 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Ulama Sebut Statusnya Hibah atau Sedekah
Kiai Mahbub menuturkan peristiwa qurban bermula dari kisah ketabahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah Allah SWT.
Menurutnya, ibadah qurban pada dasarnya bukan sekadar ritual menyembelih hewan secara fisik, tetapi juga bentuk ujian ketaatan dan penyerahan diri secara total kepada Sang Pencipta.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ketika kita berqurban, daging dan darah hewan qurban itu tidak sampai kepada Allah SWT, yang sampai adalah ketaatan dari kita,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan makna filosofis dari berqurban harus mampu diimplementasikan dalam keseharian bermasyarakat guna menumbuhkan kepedulian sosial untuk saling membantu.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)