Pemerintah Kuba minta solidaritas internasional hadapi tekanan AS

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
New York (ANTARA) - Pemerintah Kuba meminta komunitas internasional menunjukkan solidaritas kepada Havana di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez Parrilla pada Selasa (26/5).

"Saya, dengan rendah hati meminta, sudah saatnya untuk menunjukkan solidaritas kepada Kuba, yang selama ini selalu menunjukkan solidaritas kepada pihak lain dan tidak pernah mundur menghadapi risiko apa pun, bahkan terkadang mempertaruhkan nyawa rakyat Kuba," kata Rodriguez kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Diplomat Kuba tersebut juga mendesak Amerika Latin dan Karibia untuk mematuhi deklarasi tahun 2014 yang dibuat Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai zona damai.

"Sudah waktunya bagi upaya internasional yang luas dan melampaui perbedaan politik, pendekatan ideologis, maupun perbedaan sejarah. Sudah waktunya untuk menetapkan batas dan mencegah tindakan yang mengancam serta merugikan kepentingan nasional, yang mengancam seluruh bangsa dan hak kedaulatan semua negara," lanjut Rodriguez.

Baca juga: Ribuan warga Kuba demo di Kedubes AS atas dakwaan Raul Castro

Pada 29 Januari, Amerika Serikat memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba dan menetapkan keadaan darurat karena dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Havana mengatakan Amerika Serikat menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomian pulau tersebut dan memperburuk kondisi hidup penduduknya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez, pada 3 Mei, menegaskan bahwa ancaman militer AS terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia memperingatkan agresi terhadap pulau itu akan dibalas dengan tekad rakyat Kuba untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS pada 20 Mei mendakwa mantan presiden Kuba Raul Castro serta lima perwira militer Kuba terkait insiden penembakan jatuh dua pesawat pada tahun 1996 yang berhubungan dengan kelompok pengasingan berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.

Havana menyebut tuduhan tersebut sebagai provokasi politik dan menekankan Kuba bertindak untuk membela diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara negara itu oleh pesawat milik kelompok tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PBB berupaya ringankan situasi kemanusiaan Kuba yang semakin sulit

Baca juga: Trump sebut tak akan eskalasi terhadap Kuba usai AS dakwa Raul Castro


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Alirkan Listrik ke Pelosok Ngada untuk Dukung Ekonomi dan Pendidikan Warga
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Rumah Nyaris Ambruk di Bantaran Ciliwung, Motor Sempat Terbawa Longsor
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Rekomendasi Series Netflix untuk Maraton di Long Weekend
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Oleh-Oleh Jogja Financial Festival 2026: Ilmu Perbankan dan Tabungan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Diduga Pembangkang, Pria China di Perahu Karet Ditangkap di Perairan Korsel
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.