JAKARTA, KOMPAS.TV- Mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (PHU Kemenag) Hilman Latief membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima aliran sejumlah dana terkait kasus korupsi kuota haji.
Demikian Hilman Latief usai salat Iduladha 1447 H di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu (27/5/2026).
“Enggak ada aliran uang, coba tanyakan apakah ada uang ke Pak Hilman? Enggak ada. Uang korupsi kuota, tanya saja, enggak pernah ada yg nanya. Saya udah enggak menanggapi itu. Delapan bulan ditulis media begitu, saya diam saja,” kata Hilman.
Hilman mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi hancur akibat tuduhan dirinya menerima aliran dana kasus korupsi kuota haji.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ikut Kurban Sapi Simental Cross 868 Kg Tahun Ini: Dana Pribadi Lah...
“Keluarga saya hancur. Ibu saya hancur, ayah saya kena stroke, semuanya. Saya enggak komentar di media, tetapi medianya terus setiap saat (memberitakan). Saya sampai protes, lho, sama media, kok bisa sih namaku (dicatut) seperti itu,” ungkap Hilman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Hilman Latief sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji untuk mengonfirmasi pertemuan antara dirinya dengan mantan menteri agama Yaqut Cholil Qoumas pada Rabu (20/5/2026).
“Dikonfirmasi soal pertemuan-pertemuan dengan menteri dan pejabat lainnya terkait kuota haji tambahan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/5).
KPK mengungkapkan, pemeriksaan Hilman Latief dilakukan untuk mendalami upaya asosiasi ataupun biro penyelenggara haji agar bisa mengelola kuota haji tambahan.
Baca Juga: Pesan Menag di Hari Iduladha: Ketaatan Harus Diwujudkan Dalam Bentuk Menyehatkan Lingkungan
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Antaranews
- hilman latief
- eks dirjen kemenag hilman
- kasus korupsi kuota haji
- korupsi kuota haji
- korupsi di kemenag




