Maria Bernadeth Latifah Oetama Berpulang

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Keluarga besar Kompas Gramedia berduka atas berpulangnya Ibu Maria Bernadeth Latifah Oetama. Maria adalah istri Almarhum Jakob Oetama, tokoh pers nasional yang merintis dan mendirikan Kompas Gramedia. Maria wafat pada Selasa (26/5/2026) di usia 91 tahun.

Maria disemayamkan di rumah duka di kawasan Kebayoran Baru di Jalan Sriwijaya Raya, Nomor 40,  Jakarta Selatan. Sejumlah pelayat mulai berdatangan ke rumah duka pada Rabu (27/5/2026). Ucapan belasungkawan juga disampaikan melalui karangan bunga.

“Suasana pagi ini, para pelayat mulai berdatangan ke rumah duka. Keluarga juga melakukan persiapan untuk acara misa malam ini,” kata Nandha Aprilia, wartawan Kompas TV, di rumah duka.

Misa Requiem atau Misa Arwah akan dilaksanakan di rumah duka pada Rabu (27/5) pukul 18.30 WIB dan juga pada Kamis (28/5) pukul 18.30 WIB.

Kompas Gramedia menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Maria Bernadeth. Maria meninggalkan keteladanan dan kasih bagi keluarga besar Kompas Gramedia. Maria adalah istri dari Jakob Oetama dan Ibunda dari Pemimpin Umum Harian Kompas (Kompas.id) Lilik Oetama.

Baca JugaJakob Oetama Sang Guru Ilmu Padi

Jakob dikenal sebagai tokoh pers nasional yang menonjolkan humanisme dalam menyuarakan kebenaran. Jakob juga merupakan pengajar dan pengusaha di industri media.

Ketekunan, keuletan, dan kerja keras mengantarkan Jakob Oetama mendirikan harian Kompas bersama PK Ojong (1920–1980) yang bernaung dalam Kompas Gramedia (KG).

Jakob juga mengembangkan bisnis usahanya selain media seperti percetakan, penerbitan, perhotelan, pendidikan, toko buku, dan televisi (Kompas.id 10/9/2020).

Menjadi wartawan adalah pilihan hidup bagi Jakob yang sebelumnya berprofesi sebagai guru. Bidang itu ia geluti sejak umur 25 tahun, mulai dari redaktur mingguan PenaburIntisari, dan kemudian mendirikan harian Kompas.

Posisi pemimpin redaksi dijabatnya sejak harian itu berdiri hingga tahun 2000. dan ia juga menjabat Pemimpin Umum Harian Kompas sejak tahun 1980 hingga akhir hayatnya.

Bagi Jakob Oetama, perjalanan hidupnya bukanlah semata-mata karena kehebatan dirinya, melainkan Providentia Dei, bahasa latin yang berarti penyelenggaraan Ilahi.

Di balik makna ungkapan itu tersirat kerendahan hati luar biasa dari seorang Jakob Oetama. Ia percaya Tuhan yang menuntun langkah hidupnya melalui berbagai peristiwa kebetulan dalam hidup.

Jakob Oetama aslinya bernama Jakobus Oetama. Ia lahir di Desa Jowahan, yang berjarak 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931.

Jakob adalah putra pertama dari 13 bersaudara pasangan Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo dan Margaretha Kartonah. Oleh saudara-saudaranya, dia lebih akrab dipanggil “Mas To”.

Jakob Oetama, berpulang, Rabu, 9 September 2020, pada usia 88 tahun. Pria kelahiran 27 September 1931 ini mengawali karier jurnalistiknya sebagai redaktur di majalah mingguan "Penabur" pada 1956.

Melalui Kelompok Usaha Kompas Gramedia, Jakob Oetama berhasil mengembangkan banyak usaha tanpa meninggalkan identitas sebagai wartawan dengan nilai kejujuran, integritas, dan humanisme.  

Baca JugaJakob Oetama, Pelopor Pers Menyejukkan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
No No Bau Prengus pada Daging Kurban, Ini Hack Mengolahnya ala Pakar IPB
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Wagub Gus Yasin Akui Lingkungan Ponpes tak Bersih dari Kekerasan Seksual
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
MenPPPA: Media berperan strategis cegah kekerasan terhadap perempuan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Periksa Saksi Untuk Dalami Aset Fadia Arafiq, KPK: Optimalisasi Pemulihan Keuangan Negara
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Salat Iduladha 1447 H Bersama Diaspora Indonesia di Paris
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.