Indeks Kepercayaan Industri Melonjak, Efek Harga BBM Subsidi tak Naik Mulai Terasa di Industri

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2026 melonjak menjadi 53,56 dari posisi April 2026 sebesar 51,75. Kenaikan 1,81 poin itu menunjukkan sektor manufaktur nasional masih berada di jalur ekspansi di tengah tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan optimisme pelaku industri mulai menguat seiring kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mempertahankan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut menjaga inflasi tetap terkendali dan menopang daya beli masyarakat sehingga permintaan produk manufaktur dalam negeri meningkat.

Baca Juga
  • Airlangga: Kebijakan WFH Tekan Konsumsi BBM hingga 9 Persen
  • Pertamina Patra Niaga Ajak Komunitas Otomotif Bijak Berenergi, Gunakan BBM dan Pelumas Berkualitas
  • Harga BBM Bersubsidi Dijamin Bahlil Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

“IKI yang naik signifikan pada Mei ini merupakan ungkapan optimisme pelaku industri atas keputusan Bapak Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut membuat inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat, terutama terhadap produk manufaktur, meningkat,” kata Febri dalam konferensi pers rilis IKI Mei 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (27/5/2026).

Kemenperin mencatat inflasi tahunan April 2026 melandai menjadi 2,42 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap berada di level optimistis sebesar 123,0. Kondisi tersebut mendorong industri meningkatkan utilisasi produksi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Variabel produksi dalam IKI Mei 2026 naik paling tinggi sebesar 3,86 poin menjadi 55,20 dan menjadi level tertinggi sejak Januari 2025. Variabel pesanan ikut meningkat menjadi 53,47, sedangkan persediaan berada di level 51,33. Seluruh komponen pembentuk IKI tercatat berada dalam fase ekspansi.

“Inflasi yang terkendali dan IKK yang tetap berada di level 123 menunjukkan demand domestik, terutama konsumsi rumah tangga terhadap produk manufaktur, masih kuat. Industri merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan utilisasi produksi,” ujar Febri.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 20 subsektor berada dalam fase ekspansi. Kontribusinya mencapai 97,8 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas kuartal I 2026. Subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Mei 2026 berasal dari industri pakaian jadi serta industri kertas dan barang dari kertas.

Kemenperin juga melihat peningkatan optimisme pada industri berorientasi ekspor maupun pasar domestik. IKI industri berorientasi ekspor naik menjadi 53,73 dari sebelumnya 52,28. Sementara IKI industri berorientasi domestik meningkat lebih tinggi, yakni dari 50,90 menjadi 53,46.

Menurut Febri, kenaikan IKI domestik menunjukkan pasar dalam negeri masih menjadi penopang utama industri nasional saat tekanan global meningkat. Daya beli masyarakat yang tetap terjaga membuat permintaan produk lokal ikut menguat.

“Pasar domestik masih menjadi kekuatan utama industri manufaktur Indonesia dalam menghadapi tekanan akibat gejolak ketidakpastian global. Daya beli masyarakat yang tetap terjaga membuat permintaan produk dalam negeri meningkat sehingga aktivitas produksi industri juga ikut meningkat,” jelasnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU Ceritakan Kondisi Jemaah Haji saat Laksanakan Wukuf
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Bos KPK Pertanyakan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Fuji Kurban Sapi Seberat 700 Kilogram Saat Idul Adha
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Djauhari: Tekanan geopolitik tekankan pentingnya kerja sama RI-China
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Update Kondisi WN Malaysia yang Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR: Korban Cedera Tulang Belakang
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.