YCAB Foundation, dengan dukungan Global Innovation Challenge 2025 dari Citi Foundation, secara resmi meluncurkan program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL), pada 26 Mei 2025 di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kesiapan kerja dan memperluas peluang ekonomi digital bagi generasi muda Indonesia, terutama perempuan. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk dapat berpartisipasi dalam program ini.
Chief Operating Officer YCAB Foundation, Linda Sukandar, mengatakan program ANDAL dirancang untuk membangun kesiapan generasi muda yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Program ini diimplentasikan melalui dua pilar utama, yaitu persiapan kerja dan kewirausahaan digital. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara hybrid, mulai dari pelatihan vokasi berbasis kompetensi, pengembangan soft skills, literasi finansial, edukasi Prevention of Sexual Harassment, Exploitation and Abuse (PSHEA), hingga pelatihan afiliator dan integrasi peserta ke berbagai platform digital.
YCAB Foundation merupakani satu-satunya organisasi dari Indonesia dan menjadi bagian dari 50 organisasi global yang menerima dukungan hibah Global Innovation Challenge 2025 dari Citi Foundation untuk memajukan solusi ketenagakerjaan inovatif bagi generasi muda berpenghasilan terbatas. Program ANDAL ini ditargetkan hingga Januari 2028, menjangkau hingga 2.500 generasi muda di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dengan komposisi sekitar 75% peserta perempuan dan 2% penyandang disabilitas.
Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs, Citi Indonesia mengatakan, Citi Indonesia selalu percaya bahwa pemberdayaan generasi muda merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Melalui dukungan Citi Foundation terhadap program ANDAL yang dilaksanakan oleh YCAB Foundation, kami ingin membantu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun kesiapan kerja, serta menangkap peluang ekonomi di tengah perkembangan dunia yang terus berubah. Inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Citi untuk berkontribusi secara positif bagi komunitas di mana kami berada sekaligus mendorong kemajuan ekonomi di Indonesia.”
Sementara itu, Linda Sukandar, menyampaikan optimisme terhadap implementasi Program ANDAL. “Melalui Progam ANDAL, YCAB Foundation berupaya untuk membantu generasi muda Bersama Citi Foundation, dukungan pemerintah, dan berbagai pihak, kami berharap program ini dapat membuka akses dan peluang yang lebih inklusif bagi generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, agar mereka lebih siap berkembang di dunia kerja,” ujar Linda.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, yang hadir dalam acara peresmian, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan kerja yang inklusif bagi generasi muda di tengah percepatan transformasi ekonomi digital yang menutut peningkatan keterampilan serta akses kesempatan kerja yang lebih setara dan berkelanjutan.
“Transformasi ekonomi digital harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manuasia yang adaptif, kompeten, dan inklusif. Generasi muda perlu mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan, pengembangan keterampilan, dan peluang kerja agar mampu bersaing serta berkembang di dunia kerja yang terus berubah. Pemerintah juga terus mendorong penguatan pelatihan vokasi dan kolaborasi lintas sector untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan bebas dari diskriminasi,” ujar Afriansyah Noor.
Ia juga menekankan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, Lembaga Pendidikan dan pelatihan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih inklusif dalam menghadapi masa depan dunia kerja.
Acara tersebut juga menghadirkan talk show yang bertajuk ‘Menjembatani Kesenjangan: Sinergi Strategis untuk Perluasan Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif’, ayang menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dengan memperluas peluang kerja maupun kewirausahaan digital bagi generasi muda. Hal ini menjadi sangat penting mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan sekitar 9,58 juta generasi muda atau 21,46% termasuk dalam kategori Not in Education, Employment, and Training (NEET).
Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital membuka peluang baru yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA 2025 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir US$100 miliar pada tahun 2025, tumbuh sebesar 14% dibanding tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan sektor digital juga menghadirkan berbagai model pekerjaan dan peluang kewirausahaan baru, termasuk ekonomi kreator, afiliator, dan usaha berbasis platform digital yang semakin diminati generasi muda.





