7 Fakta Mencengangkan Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu yang Terungkap di Hadapan Dedi Mulyadi

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kasus pembunuhan lima anggota keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu, kembali menyita perhatian publik setelah Kuasa hukum Ririn, Toni RM, membeberkan kronologi lengkapnya langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Kesaksian itu ditayangkan melalui kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi pada 25 Mei 2026 dan mengungkap sejumlah fakta yang belum banyak diketahui publik. Berikut tujuh fakta mengejutkan yang terungkap.

1. Berawal dari Sengketa Utang yang Berujung Amarah

Seluruh peristiwa tragis ini dipicu oleh masalah utang. Budi, anak Haji Sahroni, diketahui memiliki utang kepada Aman Yani dan menolak membayarnya. Situasi memanas hingga Yoga tidak lagi bisa menahan emosi.

"Yoga langsung ngomong kalimat sampai keingat, 'Bud, kamu tuh tidak tahu berterima kasih, sudah dibantu-bantu sekarang ngomongnya enggak ada terus,'" ungkap pengacara Toni dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Dedi Mulyadi.

2. Palu Jadi Senjata Pertama

Kekerasan dimulai ketika Hadi mengeluarkan palu dan menghantam bagian belakang kepala Budi tiga sampai empat kali hingga tersungkur. Priyo kemudian diperintahkan mengambil tambang biru dari garasi untuk mengikat tubuh Budi.

"Hadi langsung membawa palu ke situ sampai Priyo memperagakan kakinya ngasih jalan buat Hadi, Budi lagi fokus sama Aman Yani," jelas pengacara Toni.

3. Sahroni Berteriak Minta Tolong tapi Langsung Dikejar

Haji Sahroni yang datang dari kamar belakang melalui pintu geser melihat Budi sudah terkapar dan langsung berteriak meminta tolong. Namun Yoga segera mengejarnya. Atas perintah Aman Yani, Priyo juga mengikuti ke arah kamar.

"Sesampainya di sana, Sahroni sudah terkapar dan Yoga masih terlihat memukuli korban," tutur pengacara Toni kepada Dedi Mulyadi.

4. Lima Korban Termasuk Dua Cucu, Jenazah Dikubur dalam Satu Lubang

Total lima anggota keluarga menjadi korban: Sahroni, Budi, Eis atau Egis selaku menantu, serta dua cucu Sahroni. Jenazah kelimanya ditemukan terkubur dalam satu lubang di pekarangan rumah pada 1 September 2025.

"Dihantem lagi, Eis. Setelah dihantem, kemudian anaknya ini bangun nangis, yang Ratu dihantem lagi. Nah, kemudian yang bayi itu diambil sama Priyo," ungkap pengacara Toni merinci kejadian malam itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keutamaan Merawat dan Memperindah Masjid, Ganjarannya Punya Rumah di Surga
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Dasco Bantah RUU Polri Disiapkan untuk Kapolri Saat Ini
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dasco Mendukung Putusan MK Terkait Keterwakilan 30 Persen Caleg Perempuan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polemik Sapi Kurban Presiden, DPR Pastikan Sesuai Aturan APBN
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Gagalkan Pengiriman Emas 2,3 Kg Diduga Hasil Tambang Ilegal, 3 Orang Ditangkap
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.