Jakarta, VIVA – Kepulangan artis sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi ke Indonesia disambut haru oleh keluarga setelah berbulan-bulan menjalani misi kemanusiaan terkait krisis di Gaza. Momen pertemuan dengan sang ayah, musisi senior Ikang Fawzi, menjadi sorotan karena penuh emosi setelah perjalanan panjang yang sarat risiko dan tekanan mental.
Chiki Fawzi diketahui terlibat dalam gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menyuarakan kondisi warga sipil di Palestina. Dalam misi tersebut, ia ikut mendampingi delegasi relawan Indonesia yang bergerak dari sejumlah negara sebelum akhirnya berada di Turki untuk memantau pelayaran menuju Gaza.
Saat tiba kembali di Tanah Air, Chiki Fawzi mengaku langsung mendapatkan sambutan hangat dari keluarganya. Ia mengatakan momen tersebut terasa sangat emosional setelah melewati masa-masa menegangkan selama berada di luar negeri.
"Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'. Rasanya campur aduk banget saat itu," kata Chiki Fawzi saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa 26 Mei 2026.
Selama menjalankan misi kemanusiaan itu, Chiki Fawzi tidak berada langsung di atas kapal bantuan yang menuju Gaza. Ia bertugas di pusat komando di Istanbul bersama koordinator lainnya untuk memantau perkembangan perjalanan para relawan.
Menurut Chiki Fawzi, terdapat sembilan warga negara Indonesia yang ikut berlayar dalam rombongan tersebut. Namun situasi berubah mencekam ketika kapal yang mereka tumpangi dihadang aparat militer Israel di perairan internasional.
"Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang. Sembilan orang yang ada di atas kapal itulah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi perempuan berusia 37 tahun itu. Dari pusat pemantauan, Chiki Fawzi mengikuti perkembangan situasi secara langsung dan menyaksikan bagaimana komunikasi dengan kapal perlahan berubah menjadi kepanikan saat intersep terjadi.
Setelah para relawan dibebaskan, Chiki Fawzi mendengar langsung cerita mengenai perlakuan yang mereka alami selama ditahan. Ia mengungkapkan kondisi para aktivis dan jurnalis yang disebut mengalami kekerasan fisik hingga intimidasi berat.





