Pantau - Mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Titan Averous Damhuri, meraih medali emas nomor kyorugi atau tarung kelas -68 kilogram putra pada The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Jepang.
"Saya mengikuti turnamen ini karena ingin mencari pengalaman dan menambah jam terbang bertanding di level internasional,” ungkap Titan dalam keterangan resmi yang diterima di Depok, Rabu.
Kejuaraan taekwondo tahunan tersebut diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai kategori dan tingkatan.
Bagi Titan, ajang internasional itu menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding di level dunia.
Titan Bertanding dalam Kondisi Cedera LututPersiapan menuju kejuaraan dilakukan Titan selama kurang lebih satu bulan melalui latihan rutin bersama tim dan latihan mandiri di sela aktivitas kuliah.
Namun, proses latihan tidak berjalan mudah karena Titan mengalami cedera lutut kiri menjelang pertandingan.
“Tantangan terbesar saya adalah harus bertanding dengan kondisi lutut kiri yang sedang cedera. Kondisi itu cukup mengganggu latihan, tetapi saya berusaha tetap fokus dan memberikan yang terbaik saat pertandingan,” ujarnya.
Di tengah jadwal kuliah dan latihan yang padat, Titan tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier olahraga.
Ia memanfaatkan waktu luang untuk menyelesaikan tugas akademik di sela persiapan pertandingan.
Prestasi Internasional Jadi Motivasi Raih Capaian Lebih TinggiMedali emas di Jepang menambah daftar prestasi Titan di dunia taekwondo internasional.
Pada 2023, Titan berhasil menjadi juara nomor kyorugi -68 kilogram junior putra di Daedo Taekwondo Open Championship Singapura.
Sementara pada 2025, ia kembali meraih emas kelas kyorugi -74 kilogram senior putra pada Kejuaraan Lima Provinsi Kajati Banten.
Titan berharap dapat terus meningkatkan kemampuannya dan meraih hasil terbaik pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi serta Liga Mahasiswa mendatang.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Safrin Arifin menilai prestasi tersebut menunjukkan semangat dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan potensi nonakademik.
“Prestasi Titan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Safrin.




