Liputan6.com, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan gerakan EcoQurban sebagai langkah antisipasi terhadap potensi timbulan limbah dari proses penyembelihan hewan kurban. Praktik ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara ketat, mulai dari proses penyembelihan hingga tahap distribusi daging kepada masyarakat.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengungkapkan bahwa diperkirakan ada sekitar 77.436 ekor hewan kurban yang akan disembelih di Jakarta pada tahun ini. Dengan volume sebesar itu, potensi pencemaran lingkungan akibat darah hewan, sisa organ, hingga penggunaan air bersih dalam jumlah besar menjadi perhatian serius pemerintah.
Advertisement
"EcoQurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban," kata Dudi Gardesi di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Dudi menjelaskan, satu ekor hewan kurban rata-rata membutuhkan pasokan sekitar 500 hingga 1.000 liter air untuk proses pembersihan.
Selain itu, produksi daging secara umum memiliki jejak air (water footprint) yang tinggi, yakni mencapai 15 meter kubik air untuk setiap satu kilogram daging sapi yang dihasilkan.




