Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan hewan kurban ke berbagai daerah melalui tema “Kemendikdasmen Tebar Kurban untuk Negeri” dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, kegiatan itu menjadi wujud kepedulian sosial, semangat berbagi, dan persaudaraan kepada masyarakat.
“Kita diberikan tuntunan, salah satunya dengan menunaikan ibadah kurban. Kita mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendekatkan diri kepada sesama melalui sedekah dan kepedulian,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Dalam kunjungannya di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Mu'ti menyerahkan seekor sapi kurban dengan bobot mencapai 720 kilogram.
Penyerahan tersebut, kata dia, menjadi simbol perhatian dan kebersamaan Kemendikdasmen dengan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan semata, melainkan menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.
Kepada ratusan jemaah yang hadir, Mu'ti jmengajak masyarakat untuk memperkuat kualitas keimanan, membangun keluarga yang baik, serta menghadirkan kebaikan di lingkungan sekitar.
Ia menekankan pentingnya meneladani Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai sosok yang tegar, optimistis, dan selalu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Dengan keteladanan itu maka kita tidak berhenti pada ritual, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa rela berkorban. Sehingga hidup kita bermanfaat bagi manusia yang lain,” imbuhnya.
Pada Idul Adha tahun ini, ia mengatakan Kemendikdasmen menghimpun sebanyak 159 hewan kurban yang terdiri atas 117 ekor sapi dan 42 ekor kambing dari unit utama, satuan kerja pusat, dan Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia.
Dari keseluruhan hewan kurban tersebut, pihaknya memperkirakan dapat menghasilkan sekitar 18.100 kilogram daging yang akan didistribusikan kepada kurang lebih 18.000 penerima manfaat di 35 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah berdampak pada ekonomi lokal
Baca juga: Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar untuk pembangunan SD Muhammadiyah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, kegiatan itu menjadi wujud kepedulian sosial, semangat berbagi, dan persaudaraan kepada masyarakat.
“Kita diberikan tuntunan, salah satunya dengan menunaikan ibadah kurban. Kita mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendekatkan diri kepada sesama melalui sedekah dan kepedulian,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Dalam kunjungannya di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Mu'ti menyerahkan seekor sapi kurban dengan bobot mencapai 720 kilogram.
Penyerahan tersebut, kata dia, menjadi simbol perhatian dan kebersamaan Kemendikdasmen dengan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan semata, melainkan menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.
Kepada ratusan jemaah yang hadir, Mu'ti jmengajak masyarakat untuk memperkuat kualitas keimanan, membangun keluarga yang baik, serta menghadirkan kebaikan di lingkungan sekitar.
Ia menekankan pentingnya meneladani Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai sosok yang tegar, optimistis, dan selalu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Dengan keteladanan itu maka kita tidak berhenti pada ritual, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa rela berkorban. Sehingga hidup kita bermanfaat bagi manusia yang lain,” imbuhnya.
Pada Idul Adha tahun ini, ia mengatakan Kemendikdasmen menghimpun sebanyak 159 hewan kurban yang terdiri atas 117 ekor sapi dan 42 ekor kambing dari unit utama, satuan kerja pusat, dan Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia.
Dari keseluruhan hewan kurban tersebut, pihaknya memperkirakan dapat menghasilkan sekitar 18.100 kilogram daging yang akan didistribusikan kepada kurang lebih 18.000 penerima manfaat di 35 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah berdampak pada ekonomi lokal
Baca juga: Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar untuk pembangunan SD Muhammadiyah





