VIVA – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, membuka langkah di Singapore Badminton Open 2026 dengan penampilan meyakinkan. Tampil di babak 32 besar pada Selasa, 26 Mei 2026, pasangan non-pelatnas itu sukses menundukkan wakil tuan rumah, Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo, dua gim langsung 21-14 dan 21-12.
Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Sabar/Reza langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka tak memberi banyak ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan dan terus menekan melalui pola serangan cepat yang efektif.
Strategi menyerang tersebut ternyata memang sudah dipersiapkan sejak sebelum laga dimulai. Kondisi lapangan yang berangin membuat mereka memilih untuk tidak terlalu banyak bermain bertahan.
"Alhamdulillah bersyukur bisa melewati pertandingan ini dengan baik. Tadi kami menerapkan pola permainan yang menekan dari awal karena kondisi lapangan di sini yang berangin juga instruksinya jangan terlalu banyak main defense, karena juga kalau banyak keserang agak susah menahannya," jelas Reza kepada tim Humas dan Media PP PBSI seusai pertandingan.
Kemenangan ini terasa penting bagi Sabar/Reza. Setelah gagal memenuhi ekspektasi di ajang Piala Thomas 2026, keduanya berusaha bangkit dan mengembalikan kepercayaan diri di level kompetitif internasional.
Reza mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Singapore Open juga tidak berjalan mulus. Sepulang dari Horsens, Denmark, ia sempat mengalami sakit hingga membuat persiapannya terganggu.
"Selain itu, setelah pulang dari Horsens, saya sempat sakit selama 10 hari jadi hanya punya waktu persiapan satu minggu ke sini, tapi Alhamdulillah tadi bisa menerapkan pola dengan baik, bisa menang jadi cukup senang," katanya.
Di sisi lain, Sabar menilai pertandingan melawan Koh/Kubo tetap menyimpan tantangan tersendiri. Ia masih mengingat bagaimana duel pertama mereka di SEA Games Thailand 2025 berlangsung alot hingga harus dimainkan dalam tiga gim.
Menurut Sabar, faktor usia muda lawan serta dukungan penuh publik tuan rumah membuat mereka memilih tampil disiplin sejak poin pertama.
"Tapi tadi kita coba untuk kontrol permainan, tadi coba untuk terus menyerang, seperti yang Reza bilang," ujar Sabar.





