Aksi pengeroyokan terjadi di depan SPBU Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (24/5) dini hari. Dua pemuda dikeroyok saat mencoba melerai cekcok.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan kejadian bermula ketika korban berinisial FMS dan EBTW sedang mengisi bensin.
Saat itu, keduanya melihat seorang sopir taksi yang sedang terlibat cekcok dengan sekelompok orang. Korban lantas berupaya untuk melerai cekcok tersebut.
Tiba-tiba korban EBTW malah ditarik dan dipukul oleh pelaku. Melihat rekannya dianiaya, FMS lantas mencoba membantu, namun ia malah ikut menjadi korban pengeroyokan.
Aksi pengeroyokan ini pun viral di sosial media. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan mencari pelaku.
"Pada saat video itu viral, belum ada pihak korban yang melapor. Oleh karena itu, Kepolisian melakukan gerak cepat," ujar Roby dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Roby menyebut, pihaknya melakukan penelusuran dan mencari korban agar membuat laporan polisi.
"Melalui penelusuran jejak digital, rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta pemeriksaan saksi-saksi di lapangan, identitas korban akhirnya berhasil diketahui," ungkapnya.
Setelah korban membuat laporan polisi, Roby menyebut, pihaknya langsung memburu para pelaku.
Dua pelaku berinisial SS dan ASA akhirnya dikantongi identitasnya. Para pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada polisi pada Selasa (26/5) dini hari.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 262 KUHP. Mereka terancam pidana maksimal 7 tahun penjara.





