Mojtaba Khamenei Serukan Tatanan Dunia Baru Tanpa Dominasi AS

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim untuk memperdalam kerja sama dan membentuk tatanan regional serta global baru di luar dominasi Amerika Serikat (AS).

Dalam pesan yang dirilis Selasa, 26 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Arafah, hari kedua ibadah haji, Khamenei mengatakan dunia Islam memasuki fase sejarah baru ketika realitas kawasan berubah secara permanen dan pengaruh militer Amerika terus melemah.

"Umat Muslim dan bangsa-bangsa di kawasan memiliki banyak kapasitas bersama dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru serta arsitektur masa depan kawasan dan dunia," tulisnya, dikutip dari Press TV, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia menegaskan kawasan Timur Tengah tidak lagi akan menjadi pelindung bagi pangkalan militer Amerika Serikat.

"Tangan waktu tidak akan berbalik, dan bangsa-bangsa di kawasan tidak lagi akan menjadi tameng bagi pangkalan AS," ujarnya.

Menurut Khamenei, Amerika Serikat kini semakin jauh dari posisi globalnya di masa lalu. "Masa depan adalah milik umat Muslim dan peradaban Islam baru," katanya. Israel Mendekati Kehancuran Dalam pesannya, Khamenei juga menyoroti peran kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai Front Perlawanan di kawasan. Ia menggambarkan gerakan tersebut membentang dari Iran, Lebanon, Palestina, Irak, Suriah, hingga Afrika, Yaman, Afghanistan, dan Pakistan.

Menurutnya, kelompok-kelompok itu berhasil menantang pengaruh Amerika Serikat, melawan pendudukan Israel, dan menghadapi kelompok Daesh.

Khamenei menyebut Israel sebagai "tumor kanker" dan rezim yang tidak stabil. Ia bahkan mengatakan Israel sedang mendekati "tahap akhir kehidupannya yang terkutuk."

Pesan tersebut juga mengulang prediksi mendiang Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang sebelumnya menyatakan Israel tidak akan bertahan hingga 25 tahun mendatang.

Khamenei turut memuji serangan balasan Iran terhadap AS dan Israel dalam konflik terbaru yang disebutnya sebagai agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran.

"Republik Islam berhasil membuat rezim Zionis tidak berdaya di bawah hantaman beratnya, memberikan tamparan keras kepada Amerika yang agresif, dan menggagalkan tujuan musuh memaksa Iran menyerah," tulisnya.

Ia memuji Angkatan Bersenjata Iran dan kelompok sekutu di Lebanon atas apa yang disebutnya sebagai kemenangan besar melawan "tentara teroris Amerika-Zionis yang bersenjata lengkap."

Pesan itu juga menyinggung penggunaan rudal dan drone di darat, udara, dan laut terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Khamenei mengatakan rakyat Iran "mengejutkan dunia" melalui mobilisasi besar-besaran mendukung militer Iran setelah gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dalam tahap awal konflik. Jalan Transformasi Spiritual dan Politik Selain isu geopolitik, Khamenei menggambarkan ibadah haji sebagai jalan berkelanjutan menuju pengabdian kepada Tuhan, penolakan terhadap kekuatan palsu, penyucian diri, serta pembelaan terhadap kebenaran dan keadilan.

Ia mengatakan Revolusi Islam Iran 1979 menjadi contoh perjalanan tersebut melalui penolakan terhadap ketundukan dan dukungan terhadap "Islam Muhammadi murni."

Menurutnya, semangat keagamaan juga memperkuat Iran dalam menghadapi perang pada 1980-an serta tekanan dan sanksi asing selama beberapa dekade.

Dalam bagian akhir pesannya, Khamenei menyerukan persatuan umat Islam dan pembebasan Palestina.

Ia menegaskan slogan "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel" akan menjadi slogan bersama umat Islam dan kelompok tertindas di dunia, terutama generasi muda.

Baca juga:  Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Mundur Hadapi AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Siswa Raih Nilai 100 TKA 2026, Kemendikdasmen Ungkap Fakta Mengejutkan
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov DKI Salurkan 210 Sapi Kurban di Iduladha 2026, Rano Tegaskan Daging Aman dan Halal
• 23 jam laludisway.id
thumb
AHY Ajak Kader Jaga Alam: Masih Ada Rakyat Hidupnya Sulit, Terdampak Bencana
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 42 Daerah Mulai Juni 2026
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mahasiswa di Riau Ditangkap usai Bikin Website Bank Palsu, Korban Rugi hingga Rp1 Miliar
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.