Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Barangkali problem terbesar manusia modern bukan karena ia tidak memiliki Tuhan. Problem terbesarnya justru karena manusia terlalu sering menempatkan dirinya sendiri di posisi yang seharusnya hanya layak dimiliki Tuhan.
Manusia ingin menentukan segalanya.
Baca Juga
Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibanderol Israel Rp 12 M?
Media Sebut Trump Kalah Perang Lawan Iran, Sementara Publik AS Saling Ribut Sendiri
Ingin menguasai segalanya.
Ingin dipuji.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ingin diikuti.
Ingin menjadi pusat dari hidupnya sendiri.
Dan tanpa disadari, ego perlahan berubah menjadi “berhala” baru dalam kehidupan modern.
Mungkin karena itulah Idul Adha selalu datang membawa pelajaran yang terasa keras sekaligus menenangkan: bahwa manusia tidak akan pernah utuh sebelum ia belajar menjadi hamba.
Bukan hamba manusia.
Bukan hamba kekuasaan.
Bukan hamba uang.
Bukan hamba popularitas.
Melainkan hamba Allah.
Dan seluruh pelajaran itu diperas secara mendalam dalam ibadah haji.
Infografis Rahasia di Balik Pilar-Pilar Raudhah. Infografis haji. - (Republika)