JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peta prakiraan sebaran awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 28 Mei hingga 3 Juni 2026.
Dalam laporan harian berbasis model cuaca numerik tersebut, selain memetakan wilayah risiko tinggi di perairan luar, BMKG juga meminta sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan untuk bersiap menghadapi potensi pertumbuhan awan badai skala menengah.
Keberadaan awan Cumulonimbus selalu menjadi perhatian utama dalam dunia navigasi dan keselamatan transportasi.
Karakteristik awan ini yang padat dan menjulang tinggi memiliki energi besar yang berpotensi memicu cuaca buruk secara mendadak, mulai dari hujan lebat, badai petir, hingga ancaman guncangan turbulensi kuat yang dapat membahayakan penerbangan pesawat udara maupun pelayaran kapal laut.
Baca Juga: Daftar BMKG 20 Wilayah Terpanas 27 Mei 2026, Medan Catat Suhu Tertinggi 35,6 Derajat Celcius
Sebaran Potensi Menengah di Sumatera dan KalimantanDalam pembaruan data berkala ini, BMKG mencatat potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan kategori Occasional (OCNL) masih mengintai wilayah yang sangat luas, termasuk daratan Sumatera dan Kalimantan.
Pada kategori ini, persentase cakupan maksimum awan berada di skala menengah, yaitu berkisar antara 50 hingga 75 persen dari total luas area.
Untuk Pulau Sumatera, wilayah yang masuk dalam radar kewaspadaan potensi menengah ini meliputi Aceh, Riau, dan Sumatera Utara.
Selain itu, area perairan sekitarnya seperti Kepulauan Riau, Selat Malaka bagian tengah dan utara, serta kawasan Samudra Hindia di barat Aceh dan barat Lampung juga berada dalam status siaga menengah.
Sementara itu, wilayah Pulau Kalimantan hampir seluruhnya masuk dalam peta potensi menengah BMKG.
Provinsi yang harus meningkatkan kesiapsiagaan harian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Baca Juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis JANGMI, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak
Jalur transportasi air di sekitarnya, seperti Selat Karimata bagian utara serta Selat Makassar bagian tengah dan utara, juga diprediksi akan tertutup sel awan badai dengan kerapatan harian hingga 75 persen.
Dua Perairan Timur Masuk Zona Risiko Tinggi EkstremPenulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- Samudra Pasifik Papua
- Laut Arafuru
- cuaca ekstrem Indonesia
- awan cumulonimbus 28 mei 2026





