Terkini, Tiongkok — Perjalanan sejauh enam jam penerbangan menuju sebuah kota di pedalaman Tiongkok berubah menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan bagi seorang konten kreator asal Indonesia, Harbie Kurnia atau dikenal melalui akun media sosial @harbie16.
Perjalanan tersebut bermula dari rasa rindu terhadap masakan Indonesia setelah beberapa hari berada di Tiongkok dan terus menikmati hidangan khas Chinese food.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Dari informasi warga lokal, Harbie mengetahui adanya sebuah toko makanan dan restoran Indonesia yang berada cukup jauh dari pusat kota.
Lokasi itu bahkan harus ditempuh dengan perjalanan darat lebih dari satu jam menuju kawasan yang relatif terpencil.
Sesampainya di titik lokasi yang tertera di peta digital, suasana tampak sepi dan nyaris tanpa aktivitas.
Harbie kemudian berjalan kaki menyusuri jalanan gelap di antara kompleks apartemen hingga akhirnya menemukan sebuah plang kecil bertuliskan “BALI”.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Di tempat sederhana tersebut terdapat sebuah toko kelontong yang menjual berbagai makanan khas Indonesia.
Saat terlihat kebingungan, seorang pria lanjut usia keluar dari toko sambil melambaikan tangan dan mempersilahkannya masuk. Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Liu De Ling atau yang akrab disapa Opa Liu.
Dalam perbincangan hangat itu, Opa Liu bercerita bahwa dirinya lahir dan besar di Makassar, Indonesia.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Ia mengenang masa kecilnya di Indonesia sebagai masa yang sangat membahagiakan. Namun kehidupan berubah drastis ketika dirinya berusia 12 tahun pada tahun 1960.
Kala itu, keluarganya harus meninggalkan Indonesia akibat kebijakan politik yang muncul pada akhir 1950-an dan berdampak pada banyak warga keturunan Tionghoa yang kembali ke China.
Meski harus meninggalkan tanah kelahirannya dan kehilangan kewarganegaraan Indonesia, Opa Liu mengaku cintanya terhadap Indonesia tidak pernah hilang.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.“Karena saya bangga dengan Indonesia,” ujar Opa Liu.
Perasaan tersebut kemudian terus ia rawat bersama sang istri, Oma Zhan, perempuan kelahiran Jakarta yang juga mengalami hal serupa dan kembali ke Tiongkok pada periode yang sama.
Di negeri barunya, pasangan itu memilih mempertahankan kenangan tentang Indonesia dengan membuka toko kue lapis dan toko kelontong khusus makanan Nusantara.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Berbagai makanan khas Indonesia dijual di tempat tersebut, mulai dari nastar, semprong, kerupuk, sambal, hingga aneka kue kering.
Tak hanya itu, anak mereka yang bernama Cici Rui Jin juga fasih berbahasa Indonesia meskipun lahir dan besar di Tiongkok.
Menurut Opa Liu, kemampuan bahasa Indonesia anak-anak mereka merupakan bagian dari janji keluarga yang dipegang sejak awal pernikahan.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.“Saya dan oma ketika menikah berjanji bahwa anak cucu kami harus bisa bahasa Indonesia,” katanya.
Kecintaan keluarga tersebut terhadap Indonesia juga diwujudkan melalui penginapan kecil bergaya Bali yang dibangun tepat di depan bakery milik mereka.
“Biar orang bisa rasain bahwa Indonesia itu nyaman dan indah,” ujar Cici Rui Jin.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Tak hanya itu, adik Cici juga membuka restoran Indonesia lengkap dengan nuansa Nusantara. Dalam kesehariannya, ia bahkan terlihat mengenakan batik sambil memanggang sate untuk pelanggan.
Meski usaha keluarga mereka tidak terlalu ramai, hal itu tidak mengurangi semangat untuk terus memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat sekitar.
“Tidak apa tidak ramai, selama ada beberapa orang saja yang terbantu mengenal Indonesia lewat apa yang kami jual, itu sudah cukup dan sangat membahagiakan kami,” tutur Cici.
Tangkapan layar kisah mengharukan warga kelahiran Makassar yang bangun “Indonesia Kecil” di Tiongkok yang diunggah seorang konten kreator asal Indonesia di akun media sosialnya.Kisah keluarga Opa Liu menjadi potret tentang kerinduan, kehilangan, dan kecintaan yang tidak pernah padam terhadap tanah kelahiran.
Meski keadaan memaksa mereka meninggalkan Indonesia puluhan tahun silam, mereka memilih untuk tetap menjaga budaya, bahasa, dan kenangan tentang negeri yang pernah menjadi rumah mereka.
Perjalanan yang awalnya hanya untuk mencari makanan Indonesia itu pun berubah menjadi pelajaran tentang arti cinta tanah kelahiran yang sesungguhnya.




