Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mencarikan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk pengembangan sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi di RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Rano Karno Dorong Penguatan Sistem Keamanan LingkunganWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pengembangan sistem keamanan perlu didukung teknologi yang tetap dapat berfungsi saat terjadi pemadaman listrik.
"Sistem keamanan harus juga dipikirkan, di saat mati lampu bagaimana caranya. Kalau belum ada begitu besok udah dipikirkan, kita carikan CSR-nya,” ungkap Rano Karno saat meninjau lokasi di Gandaria Utara, Rabu (27/5).
Menurut Rano, inovasi keamanan lingkungan berbasis kartu akses dan CCTV tersebut layak dijadikan contoh bagi wilayah lain di Jakarta.
Ia menilai keberhasilan sistem keamanan lingkungan tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat setempat.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan selamat kepada masyarakat RT 11 RW 07. Mudah-mudahan ini kalau bisa dicontoh,” ujarnya.
Rano juga menyebut penerapan sistem keamanan digital kemungkinan sempat mendapat penolakan dari sebagian warga sebelum manfaatnya dirasakan langsung.
Gerbang Digital Aktif Cegah CuranmorPemprov DKI Jakarta berencana mendorong penerapan sistem serupa di wilayah lain melalui pelatihan kepada masyarakat.
“Artinya siap dong untuk memberikan pelatihan. Siap! Kita undang beberapa kampung kita terapkan sistem ini,” kata Rano.
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara Imam Basori mengatakan inovasi tersebut muncul karena keresahan warga terhadap maraknya pencurian kendaraan bermotor.
"Berawal dari kegelisahan masyarakat karena banyaknya aksi curanmor. Dari situ kami kumpulkan aspirasi warga setiap bulan hingga tercetus ide membuat gerbang berbasis teknologi," ungkap Imam Basori.
Gerbang keamanan yang dipasang menggunakan sistem kartu akses yang telah didaftarkan untuk masing-masing kepala keluarga.
Selain itu, warga juga memanfaatkan perangkat GPS sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan lingkungan.
Gerbang digital tersebut dioperasikan setiap malam mulai pukul 00.00 WIB hingga 05.30 WIB untuk membatasi akses keluar masuk kawasan permukiman.




