MALANG, KOMPAS.TV - Penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban dilakukan panitia kurban Masjid Babul Hidayah Kota Malang. Setelah dipotong dan ditimbang, daun jati yang telah dipetik sebelumnya digunakan untuk membungkus daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Menurut panitia kurban, penggunaan daun jati ini selain lebih ekonomis dan ramah lingkungan, juga memiliki beberapa kelebihan. Daging yang dibungkus dengan daun jati membuat daging tetap segar dan menyerap bau amis. Daun jati yang digunakan didapat panitia dari pohon jati milik warga yang ada di sekitar permukiman.
"Kenapa kami memilih daun jati karena yang ekonomis, ramah lingkungan karena kita taju sekarang harga plastik semakin mahal." Kata Firdaus.
Sementara itu tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang juga terlihat memeriksa hewan kurban. Meski ditemukan adanya cacing pada hati sapi, namun kondisi tersebut masih dalam batas aman karena hati yang terkena cacing langsung dibuang
"Setelah disembelih kita lakukan pengecekan namanya post yaitu pengecekan organ dalam meliputi dari paru-paru, jantung dan hati." Terang drh. Dimas.
Meski belum sepenuhnya meninggalkan kantong plastik, namun panitia berharap tradisi membungkus daging dengan daun jati ini bisa diteruskan di tahun-tahun mendatang.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- daging kurban
- Idul Adha Malang
- daun jati
- bungkus daging kurban
- berita Malang





