Armuji Wakil Wali Kota Surabaya meminta warga Surabaya meninggalkan kebiasaan mencuci perut besar atau rumen hewan kurban di kali.
Pelaksana harian Wali Kota Surabaya menyebut, kebiasaan itu akan mengganggu lingkungan. Dia mengimbau pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) supaya tetap higienis.
“Kalau dibiasakan mencuci daging di sungai atau limbahnya masuk gorong-gorong, itu bisa mengganggu lingkungan. Di RPH ini praktis, aman, higienis, dan tidak merepotkan panitia,” katanya, Rabu (27/5/2026).
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya itu meninjau RPH Surabaya bersama dengan rekan separtainya sekaligus menyalurkan 14 ekor sapi kurban.
Didik Prasetiyono Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDIP Jawa Timur menyebut, total ada 468 ekor sapi kurban disalurkan ke berbagai daerah.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menggelar patroli yustisi mengawasi masyarakat yang masih melanggar dengan membuang limbah rumen hewan kurban di kali.
Hasilnya, ada 1 warga disanksi tindak pidana ringan (tipiring) karena membuang darah hasil sembelih hewan kurban ke sungai.(lta/rid)




