Jakarta: Panitia Kurban Masjid Agung Al-Azhar kembali menggunakan besek sebagai wadah daging kurban sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara mengatakan penggunaan besek telah dilakukan selama tiga tahun terakhir, meski belum diterapkan untuk seluruh penerima daging kurban.
“Kami untuk tahap pertama pakai besek. Karena sudah tiga tahun, dua tahun ini kami pakai besek untuk pengkurban dan yang dekat-dekat ke sini. Bagi yang memang jauh-jauh karena berkaitan dengan kondisi takutnya ada darah dan lain-lain, kita tetap dilapisi dengan kantong kresek,” ujar Tatang sebelum pelaksanaan pemotongan kurban di kawasan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu 27 Mei 2026.
Menurut Tatang, penggunaan besek belum dapat dilakukan secara menyeluruh lantaran mempertimbangkan efektivitas distribusi, terutama untuk penerima di lokasi yang jauh.
“Tidak 100 persen, belum semuanya,” tambahnya.
Baca Juga :
Mengapa Iduladha Identik dengan Kurban? Ini Penjelasannya“Kami sekarang sistemnya DO, jadi kita antar. Misalkan dari instansi pemerintah adakan beberapa di sini, kemudian pesantren-pesantren ataupun panti-panti serta perorangan kita dikirim, ya dikirim. Dan itu bisa berupa hewannya yang sudah dipotong atau berupa daging yang sudah dikemas,” jelas Tatang.
Pada Iduladha tahun ini, Masjid Agung Al-Azhar menerima total 14 ekor sapi dan 43 ekor kambing untuk pemotongan internal masjid. Sementara untuk keseluruhan kawasan kampus Al-Azhar, jumlah hewan kurban mencapai 27 ekor sapi dan 144 ekor kambing yang didistribusikan ke berbagai wilayah.
Tatang menyebut jumlah hewan kurban tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu sapi kurban yang disembelih berasal dari keluarga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Baca Juga :
Media Group Salurkan 2.500 Paket Daging Kurban untuk Pesantren dan Warga SekitarSebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau pelaksanaan EcoQurban dalam proses pemotongan hingga distribusi daging kurban. Penggunaan besek menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging.
Pelaksanaan EcoQurban tersebut selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.




