Washington: Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur pada Selasa, 26 Mei 2026.
Serangan itu menewaskan satu orang dan menyisakan dua korban selamat.
Melansir AsiaOne, Rabu, 27 Mei 2026, video yang diunggah di media sosial oleh Komando Selatan AS (US SOUTHCOM) memperlihatkan sebuah kapal melaju cepat di laut sebelum akhirnya meledak dan terbakar.
US SOUTHCOM mengatakan pihaknya segera memberi tahu Penjaga Pantai AS untuk mengaktifkan sistem pencarian dan penyelamatan bagi para korban selamat.
Kampanye pemerintahan Presiden Donald Trump yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di perairan Amerika Latin, termasuk Pasifik timur dan Laut Karibia, telah berlangsung sejak awal September.
Menurut laporan, operasi tersebut sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 194 orang. Namun, militer AS belum memberikan bukti bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar membawa narkoba.
Pekan lalu, pengawas internal Pentagon menyatakan akan mengevaluasi apakah militer AS mengikuti kerangka penargetan yang telah ditetapkan saat melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba.
Kerangka enam tahap yang dikenal sebagai Joint Targeting Cycle mencakup niat komandan militer, pengembangan target, analisis, pengambilan keputusan, eksekusi, dan evaluasi.
Kantor Inspektur Jenderal Pentagon menyebut peninjauan tersebut dilakukan atas inisiatif internal.
Meski demikian, evaluasi itu tidak akan menyelidiki legalitas serangan-serangan tersebut, yang telah memicu sorotan tajam dari sejumlah anggota Partai Demokrat dan pakar hukum militer.
Pemerintahan Trump menyatakan AS sedang berperang melawan kartel narkoba Amerika Latin yang dituding bertanggung jawab atas tingginya angka kematian akibat overdosis narkoba di berbagai komunitas di AS.
Baca juga: AS Serang Kapal Terduga Penyelundup Narkoba di Pasifik Timur, Dua Orang Tewas




