HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Bursa transfer sepak bola Indonesia terus memanas. Winger muda PSM Makassar, Victor Dethan, dikabarkan memilih hijrah ke Persija Jakarta. Padahal sebelumnya menjadi buruan utama Persebaya Surabaya. Alasan di balik “drama” itu mengejutkan.
Keputusan mendadak ini langsung menjadi buah bibir hangat. Pasalnya, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut dikabarkan sudah melayangkan proposal resmi dengan angka yang tidak main-main demi menuruti permintaan langsung sang juru taktik baru mereka, Bernardo Tavares.
Lantas, apa yang membuat bintang muda ini menolak pinangan klub kebanggaan warga Surabaya tersebut?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pergerakan pasar transfer awal tahun ini, Persebaya Surabaya sebenarnya berada di posisi terdepan untuk mengamankan jasa Dethan. Manajemen Green Force bergerak agresif atas instruksi Bernardo Tavares yang melihat potensi besar dalam diri sang pemain.
“Dari informasi yang diterima, Bajol Ijo telah mengajukan penawaran sekitar Rp1,2 miliar untuk kontrak berdurasi dua musim pada Januari-Februari lalu. Proposal tersebut bahkan sudah masuk ke pihak agen Victor Dethan,” tulis laporan dari akun informasi sepak bola Surabaya, @psbynews, Rabu (27/5/2026).
Namun, plot twist terjadi memasuki awal Mei 2026. Alih-alih meresmikan kerja sama dengan Persebaya, Victor Dethan justru disebut-sebut telah mencapai kesepakatan dengan Persija Jakarta. Usut punya usut, pembatalan ini sama sekali tidak berkaitan dengan nilai kontrak atau fasilitas olahraga.
“Keluarga Victor diketahui tinggal di Malang, sehingga ada kekhawatiran terkait rivalitas suporter apabila dirinya bermain untuk Persebaya,” beber @psbynews.
Tampaknya faktor psikologis dan keselamatan keluarga menjadi alasan utama di balik keputusan berat tersebut. Hal ini karena sejarah kelam rivalitas tinggi antara suporter Surabaya dan Malang. Jadi ada kekhawatiran tersendiri dari pihak keluarga jika Dethan merumput di Gelora Bung Tomo.
Pro dan Kontra di Kalangan BonekKabar batalnya transfer ini langsung memancing reaksi masif dari pendukung setia Persebaya, Bonek. Jagat media sosial dipenuhi komentar yang terbelah; sebagian memaklumi alasan sang pemain, sementara yang lain mengkritik mentalitasnya.
Beberapa Bonek menilai kekhawatiran Victor Dethan adalah hal yang sangat manusiawi dan realistis, mengingat rekam jejak rivalitas kedua kubu di masa lalu.
@adipati.ramadhani: “Ya kalau lihat ke belakang emang agak mengerikan, contoh Coach Aji.”
@bayuboyboi: “Alasan yang realistis sih…”
Di sisi lain, tidak sedikit pula loyalis Green Force yang menyayangkan keputusan tersebut. Mereka menilai bahwa mengenakan jersi Persebaya membutuhkan keberanian ekstra, dan menyebut sang pemain kehilangan kesempatan emas untuk berkembang di bawah asuhan Bernardo Tavares yang dikenal ramah terhadap pemain muda.
@barendante: “Aduhh udah skip aja, banyak drama belum-belum. Persebaya hanya untuk yang bernyali dan punya integritas, ribet ini orang jiwanya aja udah gitu.”
@lwhdyttt: “Saran saya sih ke Persebaya aja, bersama Tavares dia sering dapet menit bermain.”
@rromanveve: “Gak masalah, dia cuma kencang larinya, crossing-nya buruk. Mental tempe, beda sama Hansamu, Alfredo Tata.”
Sebagian Bonek berkomentar tentang profesionalisme di atas lapangan, bukan asal-usul kedaerahan.
@falah.asy: “Gak masalah masio sampean arek Malang (walaupun Anda anak Malang), lek profesional kerja, ndak usah khawatir. Yang penting tidak selebrasi berlebihan.”
@tim_rumput: “Wis rek. Wis biasa dalam dunia sepak bola. Rebutan pemain. Pemain inti metu (keluar), wis biasa. Persebaya juga pasti ada opsi lain.”
Hingga saat ini, baik pihak Persija Jakarta maupun Persebaya Surabaya belum memberikan rilis resmi terkait Victor Dethan. Bisa saja tiba-tiba Dethan beseragam tim lain. Kita tunggu pengumuman resminya. (*)





