Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi pasar keuangan Indonesia masih aman meski nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Purbaya, indikator penting yang perlu diperhatikan bukan hanya kurs rupiah, tetapi stabilitas pasar obligasi pemerintah. Ia mengatakan hingga saat ini pasar obligasi domestik masih dalam kondisi terkendali.
Baca Juga: Sherly Tjoanda Ingin Maluku Utara 'Jago' Boxing, Erick Thohir Siap Dukung
“Walaupun rupiah melemah, bond yield-nya turun,” ujar Purbaya.
Pemerintah disebut aktif melakukan langkah stabilisasi melalui aksi pembelian kembali obligasi atau buyback agar imbal hasil tetap terjaga.
“Tindakan dari bendahara untuk sedikit membeli supaya yield-nya agak terkendali,” katanya.
Langkah tersebut menunjukkan pemerintah kini lebih fokus menjaga kepercayaan investor di pasar surat utang dibanding sekadar mengejar penguatan kurs jangka pendek.
Pasalnya, stabilitas pasar obligasi dianggap menjadi kunci utama menjaga aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia.
Purbaya menilai selama pasar obligasi masih stabil, investor asing akan tetap melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik.
“Selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi bond kita akan terjaga juga,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut pemerintah mulai melihat adanya arus modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Karena itu, pemerintah belum melihat kondisi pelemahan rupiah saat ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga: Seret Raksasa Sawit, Purbaya Bongkar Nama Sejumlah Perusahaan Nakal yang Manipulasi Harga Ekspor CPO
Adapun rupiah pada perdagangan terbaru tercatat berada di kisaran Rp17.830 per dolar AS.





