Magetan (Beritajatim.com) – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Magetan, Joko Trihono, mendorong pelaku UMKM dan petani di Magetan mengembangkan diversifikasi produk berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan mengantisipasi fluktuasi harga di pasaran.
Menurutnya, Kabupaten Magetan memiliki beragam potensi unggulan mulai dari sektor pertanian, kerajinan bambu, kulit, hingga sektor pariwisata dengan andalan kawasan wisata Telaga Sarangan dan sejumlah destinasi lainnya.
“Produk pertanian ini tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi harus diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujar Joko, Rabu (27/5/2026).
Ia mencontohkan komoditas seperti cabai, kentang, dan wortel yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan maupun minuman olahan sehingga petani tidak bergantung pada harga pasar saat hasil panen melimpah.
Menurutnya, langkah diversifikasi produk menjadi solusi agar petani dan pelaku UMKM tetap memperoleh keuntungan ketika harga komoditas pertanian mengalami penurunan.
“Ketika harga anjlok, hasil pertanian bisa diolah terlebih dahulu dan tidak dijual murah kepada pedagang,” katanya.
Selain sektor pertanian, pihaknya juga menilai potensi bambu dan kulit sebagai sektor unggulan UMKM Magetan yang perlu terus diperkuat melalui peningkatan keterampilan dan inovasi produk.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada 30 kelompok UMKM dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Panekan, yang dikenal sebagai sentra pertanian sayur mayur.
Ke depan, program pelatihan juga akan menyasar wilayah lain yang memiliki potensi pertanian buah seperti melon dan semangka.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga melakukan uji coba pengolahan produk, salah satunya minuman berbahan wortel dan nanas. Hasilnya dinilai cukup potensial untuk dipasarkan secara lebih luas.
Joko berharap produk-produk UMKM lokal nantinya dapat masuk ke etalase toko modern maupun jaringan ritel di Magetan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan amanat regulasi yang mewajibkan toko modern menyediakan ruang bagi produk lokal.
“Potensi inilah yang akan terus kami dorong melalui pelatihan diversifikasi hasil pertanian agar produk UMKM Magetan semakin berkembang dan memiliki daya saing,” pungkasnya. [fiq/kun]




