Padang (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat (Sumbar) memastikan 6.356 warga binaan di daerah itu menikmati daging kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Pimpinan Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, mengatakan daging hewan kurban akan dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
“Daging hewan kurban ini akan dimasak terlebih dahulu lalu diserahkan kepada para warga binaan dalam bentuk makanan,” kata Kunrat usai menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang, Rabu.
Ia menyebutkan jumlah warga binaan di Sumbar per Rabu (27/5) mencapai 6.356 orang yang terdiri atas narapidana dan tahanan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Baca juga: Athari salurkan enam sapi kurban di Sumatera Barat
Menurut Kunrat, jenis olahan daging kurban diserahkan kepada masing-masing pimpinan lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan.
“Pimpinan lapas atau rutan yang akan menentukan daging ini akan dibuat menjadi apa, apakah dendeng, rendang, atau yang lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan daging kurban pada tahun-tahun sebelumnya umumnya diolah menjadi rendang sebagai menu tambahan bagi warga binaan.
Menurut dia, makanan dari daging kurban tersebut tidak menggantikan jatah makan rutin warga binaan, melainkan sebagai tambahan menu selama Idul Adha.
"Warga binaan tetap memperoleh makan seperti hari biasanya, sedangkan rendang atau dendeng yang dibuat dari daging kurban adalah menu tambahan," katanya.
Baca juga: Baznas RI: 10 persen kurban 2026 dikirim ke Sumut, Sumbar, dan Aceh
Ia berharap pendistribusian daging yang seperti itu dapat menebarkan kebahagiaan Idul Adha kepada warga binaan di Sumbar sekalipun mereka sedang menjalani masa hukuman.
Pemasyarakatan Sumbar pada Idul Adha 2026 menyembelih 69 hewan kurban yang terdiri atas 19 sapi dan 50 kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, antara lain Wali Kota Padang, anggota DPR RI Komisi XIII, pegawai lapas dan rutan, koperasi lapas dan rutan, Baznas Bukittinggi, Dinas Pertanian Sijunjung, yayasan, mitra lapas dan rutan, serta pihak swasta.
Baca juga: Pemprov Sumbar salurkan 83 hewan kurban di 15 titik bencana
Kunrat mengatakan penyembelihan hewan kurban dilakukan di seluruh lapas dan rutan di Sumbar agar seluruh warga binaan memperoleh daging kurban.
“Setiap lapas atau rutan perlu menghitung kebutuhan daging yang akan dimasak sesuai dengan jumlah penghuni di tempat masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan apabila terdapat kelebihan daging, maka dapat dibagikan kepada petugas, keluarga warga binaan, dan masyarakat sekitar lapas atau rutan.
Pimpinan Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, mengatakan daging hewan kurban akan dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
“Daging hewan kurban ini akan dimasak terlebih dahulu lalu diserahkan kepada para warga binaan dalam bentuk makanan,” kata Kunrat usai menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang, Rabu.
Ia menyebutkan jumlah warga binaan di Sumbar per Rabu (27/5) mencapai 6.356 orang yang terdiri atas narapidana dan tahanan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Baca juga: Athari salurkan enam sapi kurban di Sumatera Barat
Menurut Kunrat, jenis olahan daging kurban diserahkan kepada masing-masing pimpinan lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan.
“Pimpinan lapas atau rutan yang akan menentukan daging ini akan dibuat menjadi apa, apakah dendeng, rendang, atau yang lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan daging kurban pada tahun-tahun sebelumnya umumnya diolah menjadi rendang sebagai menu tambahan bagi warga binaan.
Menurut dia, makanan dari daging kurban tersebut tidak menggantikan jatah makan rutin warga binaan, melainkan sebagai tambahan menu selama Idul Adha.
"Warga binaan tetap memperoleh makan seperti hari biasanya, sedangkan rendang atau dendeng yang dibuat dari daging kurban adalah menu tambahan," katanya.
Baca juga: Baznas RI: 10 persen kurban 2026 dikirim ke Sumut, Sumbar, dan Aceh
Ia berharap pendistribusian daging yang seperti itu dapat menebarkan kebahagiaan Idul Adha kepada warga binaan di Sumbar sekalipun mereka sedang menjalani masa hukuman.
Pemasyarakatan Sumbar pada Idul Adha 2026 menyembelih 69 hewan kurban yang terdiri atas 19 sapi dan 50 kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, antara lain Wali Kota Padang, anggota DPR RI Komisi XIII, pegawai lapas dan rutan, koperasi lapas dan rutan, Baznas Bukittinggi, Dinas Pertanian Sijunjung, yayasan, mitra lapas dan rutan, serta pihak swasta.
Baca juga: Pemprov Sumbar salurkan 83 hewan kurban di 15 titik bencana
Kunrat mengatakan penyembelihan hewan kurban dilakukan di seluruh lapas dan rutan di Sumbar agar seluruh warga binaan memperoleh daging kurban.
“Setiap lapas atau rutan perlu menghitung kebutuhan daging yang akan dimasak sesuai dengan jumlah penghuni di tempat masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan apabila terdapat kelebihan daging, maka dapat dibagikan kepada petugas, keluarga warga binaan, dan masyarakat sekitar lapas atau rutan.




