Jagal Ungkap Penyebab Sapi Kurban Mengamuk: Stres karena Kerumunan Penonton

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sapi mengamuk kerap menjadi fenomena berulang setiap momentum Hari Raya Idul Adha.

Para jagal pun menilai kondisi itu bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari keramaian hingga cara penanganan hewan sebelum disembelih.

Salah satu jagal, Ridwan Kurniawan (43), yang juga pekerja peternakan, mengatakan kerumunan warga saat prosesi penyembelihan dapat membuat sapi panik.

Baca juga: Gerindra: Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Sah, Sudah Ada Sejak Era SBY-Jokowi

“Kalau sapi kurban ini ya biasanya tantangannya itu kan kepanikan orang di sekitar itu, keramaian ya. Jadi sapi itu ikut panik secara tidak langsung,” ungkap Ridwan saat ditemui di lokasi penyembelihan sapi di Masjid Agung Al-Azhar, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, sebelum dibawa ke lokasi penyembelihan, sapi terbiasa berada di kandang atau tempat yang jauh dari keramaian.

Karena itu, suasana ramai dapat membuat hewan tersebut stres.

Di Masjid Agung Al-Azhar, area penyembelihan pun dibatasi pagar pendek agar masyarakat tidak bisa terlalu dekat menyaksikan proses penyembelihan.

Baca juga: Intip Tarif Jasa Jagal Kurban Bersertifikat di Jakarta, dari Potong Saja hingga Pemisahan Daging

Selain keramaian, Ridwan menyebut perubahan cuaca dan polusi udara juga dapat memengaruhi emosi sapi.

Hal senada disampaikan jagal di Masjid Pondok Indah, Irham Gufroni (25).

Menurut dia, seorang jagal harus mampu membangun komunikasi dan memahami karakter sapi yang akan disembelih.

Ia menilai para jagal juga perlu memiliki strategi saat menghadapi sapi yang mengamuk agar tidak salah mengambil tindakan.

“Intinya penanganan stres atau juga disebut chemistry lah. Bisa jadi chemistry si penjagal itu kurang kena kepada hewan tersebut. Jadi bisa ngamuk dan lain-lain lah,” tutur Irham saat ditemui terpisah.

Baca juga: Puluhan Tahun Menjagal dengan Hati, Kisah Eko dan Hewan-hewan Kurban

Untuk menenangkan sapi yang panik, Irham biasanya mengajak hewan tersebut “mengobrol” dan menghindari tindakan paksaan.

Sebab, menurut jagal asal Tasikmalaya itu, sapi merupakan hewan yang cukup peka terhadap kondisi emosional makhluk hidup di sekitarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ya itu bisa juga (ngajak ngobrol) karena kan sapi itu ibaratnya sama mahluk hidup cuma dimensi kita yang berbeda dengan hewan, tapi dia bisa merasakan gitu loh. Kalau kita dilawan dengan nafsu maka dia juga bakal ngamuk,” jelas Irham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 20 Proyek Pengendali Banjir Jakarta Dikebut hingga 2027
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Mantan Kepala Tim Juara Formula 1 Jajal MotoGP, Sosok yang Bantu Michael Schumacher Mendominasi F1 Kini Gabung Pramac
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Barcelona Dikabarkan Capai Kesepakatan Transfer Anthony Gordon dari Newcastle dengan Harga Rp1,2 triliun
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Takut Ditembak Mati, Begal Bersenpi di Bandar Lampung Serahkan Diri ke Polisi
• 6 menit lalurctiplus.com
thumb
Editorial Media Indonesia: Spirit Kurban untuk Keadilan Ekonomi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.