REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura melaporkan bahwa produksi sampah di daerah tersebut mencapai 240 ton per hari. Angka ini dapat meningkat hingga 300 ton saat hari raya keagamaan, menurut Simon Petrus Koirewoa, Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kota Jayapura, pada Rabu.
Simon mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga, guna mencegah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Koya Koso, Distrik Muara Tami, cepat penuh. Ia juga berharap adanya investasi dari pihak ketiga dalam pengelolaan sampah, mengingat ada jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Simon menjelaskan bahwa armada dan tenaga kerja saat ini belum cukup untuk mengangkut semua sampah yang ada. Beberapa wilayah, seperti Koya Barat, Koya Timur, Distrik Muara Tami, dan kampung-kampung sekitar perkotaan, belum mendapatkan pelayanan maksimal.
DLHK Kota Jayapura memiliki 14 unit kendaraan roda empat, 14 unit mobil ambrol, dan 36 unit dump truck untuk pengangkutan sampah. Namun, jumlah ini belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah, terutama di Koya yang hanya dilayani oleh dua dump truck dan satu ambrol.