Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Ancam Jateng hingga Kamis Pagi

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Semarang: Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sembilan daerah di Jawa Tengah hingga Kamis pagi, 28 Mei 2026. Terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. 

"Waspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di 9 daerah di Jawa Tengah terutama pada malam hingga dini hari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Rabu malam, 27 Mei 2026. 

Pada malam Rabu hingga Kamis dini hari, 28 Mei 2026, umumnya berawan. Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur tidak merata di Jawa Tengah. 

Baca Juga :

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Pecahkan Rekor Suhu di Bulan Mei


Ilustrasi hujan. (Medcom.id)

Daerah berpotensi cuaca ekstrem pada Rabu malam hingga Kamis pagi, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Kajen, Pekalongan dan Tegal. Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang.

Menurut Agus, angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu udara berkisar 14-30 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar 75-95 persen. Dia mengimbau warga berada di lereng perbukitan dan di daerah aliran sungai (DAS) diminta waspada bencana hidrometeorologi. Gelombang Tinggi 2,5 Meter Ancam Kawasan Pantai Utara dan Selatan Sementara itu, gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 1 hingga 1,25 meter di perairan utara. Air laut pasang yang berlangsung sejak pukul 14.00-17.00 WIB mengakibatkan banjir masih merendam di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara dan Pati.

"Gelombang tinggi yang masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot," jelas Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.

Sedangkan air laut pasang atau rob di perairan utara Jawa Tengah, kata Sri, mengakibatkan banjir hingga merendam sejumlah daerah di Pantura. Keadaan itu dinilai cukup mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan dan budidaya perikanan darat serta petani garam. (MI/AS)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Salat Idul Adha di DPR, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
KBIH Bantah Adanya Pungli bagi Jemaah Lansia di Tanah Suci
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Kepala Tim Juara Formula 1 Jajal MotoGP, Sosok yang Bantu Michael Schumacher Mendominasi F1 Kini Gabung Pramac
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Mitos atau Fakta: Benarkah Kurma Lebih Sehat dari Gula Pasir? Cek Nih
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.