Wisatawan yang berencana menghabiskan libur panjang Iduladha di kawasan Puncak diminta bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas.
Polres Bogor telah menyiapkan skema one way atau sistem satu arah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak selama long weekend.
Baca Juga: Di Idul Adha, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Warga Jangan Lupa Doakan Pemimpin di Indonesia
Kasat Lantas Polres Bogor, Afif Widhi Ananto, mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan di lapangan. Namun, polisi telah memetakan jam-jam yang biasanya menjadi puncak kepadatan kendaraan.
Skema ini menunjukkan polisi sebenarnya telah membaca pola klasik wisatawan Puncak: pagi hari kendaraan menyerbu naik ke atas, sedangkan siang hingga sore giliran arus balik menuju Jakarta yang membludak.
Untuk mengakomodasi wisatawan dari arah Jakarta menuju Puncak, sistem one way menuju atas biasanya diberlakukan mulai pukul 07.00 WIB.
“Biasanya diterapkan pagi hari, dimulai dari pukul 07.00 WIB untuk mengakomodir masyarakat yang akan melaksanakan wisata dari arah Jakarta menuju ke Puncak,” kata Afif, Rabu (27/5/2026).
Sementara itu, rekayasa one way arah turun menuju Jakarta biasanya mulai diterapkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Pemberlakuan itu menyesuaikan waktu wisatawan selesai berlibur atau jam checkout hotel di kawasan Puncak.
“Biasanya dimulai pada pukul 12.00 WIB ke atas atau sesuai dengan jam checkout hotel masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, polisi menegaskan seluruh skema tetap bersifat fleksibel tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.
Petugas akan mempertimbangkan jumlah kendaraan yang melintas dari arah tol menuju Puncak serta pantauan langsung kepadatan arus kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama long weekend Iduladha, polisi juga menyiapkan 120 personel gabungan dari satuan lalu lintas dan jajaran polsek di wilayah Bogor.
Baca Juga: Bedah Rumah Warga, Sherly Tjoanda Bakal Kucurkan Dana Renovasi Rp45 Juta
Pengendara yang hendak menuju kawasan Puncak diimbau memantau informasi rekayasa lalu lintas lebih awal agar terhindar dari antrean panjang dan penumpukan kendaraan.





