REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 485 ekor sapi qurban kepada masyarakat melalui kantor DPD dan DPC PDIP se-Jawa Timur, pondok pesantren, masjid, organisasi keagamaan, hingga panti asuhan.
Program qurban yang rutin dilakukan keluarga besar PDIP Jawa Timur itu disebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat kecil, khususnya warga yang selama ini bekerja di sektor informal dengan tingkat kesejahteraan yang masih rendah.
Baca Juga
Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibanderol Israel Rp 12 M?
Media Sebut Trump Kalah Perang Lawan Iran, Sementara Publik AS Saling Ribut Sendiri
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan Iduladha tidak hanya memiliki dimensi ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Idul Adha itu ibadah spiritual sekaligus ibadah sosial. Kami ingin warga kecil, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan, tetap bisa merasakan kebahagiaan dan berkah Iduladha,” kata Said di Surabaya, Rabu (27/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Said, kondisi sosial ekonomi masyarakat Jawa Timur masih menunjukkan tantangan serius.
Dia menyoroti tingginya jumlah pekerja sektor informal di Jawa Timur yang mencapai 64,4 persen dari total penduduk bekerja, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 59,4 persen.
Artinya, kata dia, banyak masyarakat bekerja tanpa kepastian penghasilan layak maupun perlindungan kerja yang memadai.
“Mereka bekerja keras setiap hari, tetapi banyak yang belum menikmati standar hidup layak. Tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan pensiun, pesangon, maupun hak-hak pekerja formal lainnya,” ujarnya.
Infografis Keutamaan Ibadah Qurban - (Dok Republika)