REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Kebakaran hebat melanda Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Papua Tengah, pada Rabu (tanggal lengkap). Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Fits Gerald M Nalohy, api pertama kali muncul dari dalam gereja, membakar atap dan dinding bangunan yang terbuat dari kayu.
Angin kencang dari arah timur mempercepat penyebaran api, sehingga dalam waktu singkat seluruh bangunan gereja terbakar. Saksi mata langsung berteriak memanggil warga untuk membantu memadamkan api. Namun, usaha tersebut terhambat karena air laut di Kampung Pomako sedang surut, sehingga sulit mendapatkan air untuk pemadaman.
Kapolsek Fist mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah lilin yang dinyalakan di depan altar dan lupa dipadamkan. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk bangunan gereja, meja altar, kursi ibadah, buku-buku lagu, dan perlengkapan liturgi. Warga setempat berharap adanya bantuan untuk pembangunan kembali gereja sebagai tempat ibadah di Kampung Pomako.