Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Menlu Sugiono: Negara Berkembang Sering Diveto!

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendorong reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar lebih representatif dan demokratis. Salah satu yang disoroti merupakan penggunaan hak veto di DK PBB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, RI mendorong DK PBB berjalan sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan mengingat suara dari negara berkembang (global south) masih belum terwakili.

"Karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya global south itu tidak terwakili. Tadi juga disampaikan oleh beberapa negara bahwa banyak concern-concern yang kemudian diveto di Dewan Keamanan," ujar Sugiono, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga :
Prabowo ke Prancis saat Idul Adha, Menlu Sugiono: Penuhi Undangan Macron

Reformasi tersebut diperlukan agar PBB tetap relevan menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa pembentukan PBB pasca-Perang Dunia II bertujuan menciptakan perdamaian antarbangsa.

"Kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya tapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global," kata Sugiono.

 

Baca Juga :
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi GSF, Menlu RI: Pelanggaran Hukum Internasional


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusia Sahkan UU Baru, Bank Sentral hingga Bank Bisa Tembak Jatuh Drone
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Barcelona Dikabarkan Sepakat Datangkan Anthony Gordon dari Newcastle United
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Golkar DKI Jakarta Distribusikan 117 Hewan Kurban untuk Warga di Lima Wilayah
• 5 jam lalupantau.com
thumb
PNM Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Sekitar Wilayah Layanan
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Kurbankan Seekor Sapi di Tempat Mengaji Ameena
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.